Penataan RTH Monumen Mataram Metro Dipercepat

Spanduk larangan berjualan bagi PKL dipasang di sepanjang jalan Monumen Mataram Metro – Tembolak Mataram. Mengikuti larangan tersebut, Pemkot Mataram mempercepat pembangunan RTH dan rest area untuk memberikan tempat bersantai yang representatif bagi masyarakat serta mengakomodir seluruh PKL yang beraktivitas di sekitar kawasan tersebut.(Suara NTB/bay)

Mataram (Suara NTB) – Pembersihan lahan untuk pembangunan rest area atau tempat istirahat di sekitar Monumen Mataram Metro mulai dilakukan, Kamis, 10 Juni 2021. Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Mataram, Miftahurrahman menyebut proses tesebut dilakukan untuk mendorong percepatan pembangunan tempat istirahat di pintu masuk Kota Mataram tersebut.

“Kita baru habis mengukur (lahannya) untuk dibuatkan desain. Mudah-mudahan minggu ini desainnya bisa selesai, supaya langsung kita konsultasikan ke pimpinan bagaimana konsep-konsepnya. Setelah itu baru kita arahkan soal bagaimana pemanfaatannya nanti,” ujar Mifta, Kamis, 10 Juni 2021.

Iklan

Diterangkan, salah satu bagian proyek tersebut nantinya ditujukan untuk menampung seluruh pedagang kaki lima (PKL) yang saat ini ditertibkan karena berjualan di bahu jalan sepanjang Monumen Mataram Metro – Tembolak Mataram. Selain itu, sesuai arahan Walikota lahan seluas 46 are yang disiapkan akan disulap menjadi ruang terbuka hijau (RTH).

“Mungkin akan ada taman rekreasi juga kita buat di sini nantinya. Peruntukannya memang mengarah ke situ, terutama untuk RTH dan rest area,” jelasnya. Setelah pembersihan dan pengurukan selesai dilakukan, pihaknya selaku OPD yang menangani proyek tersebut juga akan melakukan pengurugan dan perbaikan saluran yang ada.

Selain itu, beberapa fasilitas yang tersisa dari pembebasan lahan milik Lesehan Bebek Pondok Galih juga akan dipertahankan. Di antaranya berugak, toilet, serta musala yang dapat dimanfaatkan oleh pengunjung RTH tersebut nantinya.

“Yang akan kita bongkar nantinya hanya yang bangunan permanen, karena memang tidak boleh di aturannya. Selebihnya kita pertahankan, karena masih bisa dipakai jadi fasilitas umum untuk masyarakat,” jelasnya.

Proses pembersihan sendiri diharapkan dapat selesai sepekan kedepan. Untuk itu, pihaknya juga berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram untuk membantu proses tersebut. “Hari ini kita bergerak dengan empat orang dari Cipta Karya untuk pengurukan dan 50 orang Pasukan Biru. Besok sampai sepekan kedepan kita juga minta bantuan BPBD dan seluruh staf di Dinas PU untuk sama-sama gotong royong di sini,” tandas Mifta.

Sebelumnya, Asisten II Bidang Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Kota Mataram, Mahmuddin Tura menerangkan penataan secara keseluruhan kawasan tersebut menurutnya paling lambat baru bisa terlaksana pada 2022 mendatang. Persoalan anggaran menjadi alasan utama program tersebut baru dapat berjalan tahun depan.

“Anggarannya memang cukup besar. Karena itu kita siapkan penanganan jangka pendek saja dulu di APBD Perbuahan untuk program penataan dan pembersihan. Karena Pak Walikota juga mintanya supaya segera dirapikan dulu (lahan yang sudah tersedia),” ujarnya. (bay)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional