Penataan Objek Wisata Lotim, Investasi Besar yang Minim Pendapatan

Suasana Pantai Suryawangi yang sudah ditata Dinas Pariwisata Lotim, dari sini Lotim hanya mendapatkan PAD dari sewa lapak pada pedagang. (Suara NTB/rus)

Selong (Suara NTB) – Selama beberapa tahun terakhir, Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok TImur (Lotim) terus melakukan penataan objek wisata. Terbilang sudah belasan hingga puluhan miliar dana habis diinvestasikan pemerintah daerah untuk menata objek wisata. Akan tetapi sejauh ini, hasil penataan tersebut belum berbanding lurus dengan pendapatan. Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang diperoleh dari hasil penataan ini masih sangat minim.

Hal ini diakui Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Dinas Pariwisata Kabupaten Lotim, Samsul Hakim menjawab Suara NTB di ruang kerjanya, Rabu, 23 September 2020.

Iklan

Tahun 2020 ini, ujarnya, target PAD dari sektor pariwisata hanya Rp 450 juta. Rinciannya, terbesar target PAD dari Objek Wisata Otak Kokok Joben di Desa Pesanggrahan Rp 300 juta. Realisasinya sejauh ini memang baru mencpai Rp 153 juta. Masih jauh dari target dan terus digenjot supaya bisa lebih maksimal.

Sementara objek wisata Pesanggrahan Timba Nuh ditarget PAD sebesar Rp50 juta, Puri Rinjani dan sekitarnya termasuk wisata Pusuk di dalamnya Rp50 juta, terakhir dari kawasan Labuhan haji, Suryawangi dan sekitarnya ditarget Rp 50 juta.

Target ini pun masih jauh dari capaian realisasi. Akibat dampak dari pandemi Covid-19 yang masih terjadi, terealisasi target PAD dari sektor pariwisata baru mencapai Rp 166,43 juta atau 36,99 persen. Selama kurun waktu 2020, disebut fakta penutupan destinasi wisata mulai 26 Maret sampai dengan Juli 2020 lalu sangat memperpuruk sektor pariwisata. Tidak ada lagi kunjungan ke Lotim. Kondisi ini tidak dinafikan cukup memukul para pelaku wisata.

Sementara dibandingkan dengan nilai investasi yang dikeluarkan pemerintah di beberapa objek wisata sangat besar. Antara lain, penataan Pantai Kerakat Pohgading menelan biaya penataan Rp 2 miliar. Pembangunan Taman Labuhan Haji diketahui sudah menelan dana Rp 15 miliar lebih. Penataan kawasan wisata Pusuk Rinjani Rp1,5 miliar dan penataan Puri Rinjani Rp 300 juta.

Setelah objek wisata dibuka, diyakini sudah mulai ada geliat kebangkitan wisata Lotim. Meski di tengah pandemi dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, selalu saja ada kunjungan mendatangi objek-objek wisata di Lotim. (rus)