Penataan Kawasan Senggigi, Polisi Awasi Titik Proyek Rawan Longsor

Petugas Dinas Perhubungan Lombok Barat memasang pagar pembatas jalan di lokasi proyek penataan kawasan Makam Batulayar, Lombok Barat. Bahu jalan terpantau retak berpotensi membahayakan pengguna jalan.(Suara NTB/her)

Mataram (Suara NTB) – Lima proyek penataan kawasan Senggigi, Batulayar, Lombok Barat masuk meja penyelidikan. Tiga proyek diantaranya sudah longsor. Satu proyek lagi di kawasan Makam Batulayar muncul tanda retak sampai bahu jalan. “Tiga sudah longsor. Yang dua masih kita awasi,” tegas Dirreskrimsus Polda NTB Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana, Kamis, 4 Maret 2021.

Polsek Senggigi juga memasangi garis polisi di sepanjang pembatas tepi jalan yang berbatasan langsung dengan jurang menghadap ke laut. Area jalan di Kawasan Makam Batulayar dipasangi pagar pembatas untuk pengaman Selasa lalu. Hal itu untuk mengantisipasi dampak kecelakaan. Bahu jalan tampak retak terancam longsor. “Kalau kejadian bisa segera kita ambil tindakan,” imbuhnya. Proyek penataan kawasan wisata Makam Batulayar dikerjakan dengan nilai kontrak Rp2,65 miliar oleh PT NAP, kontraktor asal Jakarta Timur, DKI Jakarta.

Iklan

Sedang dilakukan kajian menyeluruh ruas di sepanjang Jalan Raya Senggigi yang menghubungkan Lombok Barat dengan Lombok Utara. Diantaranya, tim Kementerian PUPR RI, Balai Pelaksana Jalan NTB, serta Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara I mengenai struktur jalan dan bangunan serta pengendalian ombak. Dinas Pariwisata Lombok Barat  Dispar Lombok Barat mendapat anggaran Rp9,974 miliar untuk pekerjaan revitalisasi kawasan Pariwisata Senggigi. Selain proyek penataan Makam Batulayar, terdapat empat proyek lain.

Tiga diantaranya yang longsor yakni penataan rest area kawasan Hotel Pasific dengan yang dikerjakan dengan kontrak senilai Rp1,63 miliar. Proyek ini dikerjakan CV WD asal Makassar, Sulawesi Selatan. Proyek penataan rest area kawasan sekitar Alberto yang dianggarkan dengan pagu Rp2,2 miliar. Proyek ini dikerjakan CV AP asal Kuripan, Lombok Barat dengan harga penawaran Rp1,8 miliar.

Proyek penataan rest area kawasan sekitar Hotel Sheraton. Proyek ini memiliki pagu anggaran Rp3 miliar. Yang kemudian dikerjakan PT SJU yang bermarkas di Badung, Bali. Harga penawarannya Rp2,62 miliar. Sementara yang kondisi masih terpantau aman, penataan kawasan Wisata Batu Bolong dikerjakan PT PN asal Jakarta Timur, DKI Jakarta dengan nilai kontrak Rp1,26 miliar. (why)

Advertisementfiling laporan pajak filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional