Penataan Eks Pelabuhan Ampenan Diprediksi Sampai Lima Tahun

Mataram (Suara NTB) – Pemkot Mataram bersama seorang arsitek telah merancang desain induk penataan eks Pelabuhan Ampenan. Desain kawasan itu akan dirombak total dengan konsep yang lebih futuristik namun tanpa meninggalkan unsur-unsur budaya lokal. Untuk perombakan dan penataan total kawasan itu, waktu yang dibutuhkan diprediksi mencapai lima tahun.

Demikian disampaikan Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana. Lamanya waktu yang diperlukan dalam proses penataan ini karena dilakukan secara bertahap. Pun pelaksananya terdiri dari beberapa SKPD. Hal ini karena dana yang dibutuhkan untuk penataan jika mengacu pada desain induk cukup besar.

Iklan

Mohan mengatakan untuk pembangunan taman di sisi utara kawasan itu dapat mulai dilaksanakan tahun ini. Namun untuk bangunan besar yang akan digunakan sebagai tempat bagi para PKL, ia mengatakan memerlukan investor atau pihak ketiga yang bersedia membangun. “Ruang terbuka ini dulu sesuai kemampuan kita. Desain ini sudah digambar secara utuh untuk bisa kita proyeksikan sampai lima tahun sehingga kita tak mengulangi kesalahan yang sama,” jelasnya.

Kesalahan yang dimaksudkan Mohan ialah pembongkaran setelah dilakukan penataan. “Kita bangun kemudian kita rusak lagi,” imbuhnya. Ia tak ingin hal itu terjadi lagi jika kawasan tersebut telah dirombak total. Seperti diketahui kawasan eks Pelabuhan Ampenan telah ditata sejak 2014 lalu setelah ditinggalkan investor yang batal membangun kawasan itu. Ia ingin desain yang dipresentasikan arsitek Eka Swadiansa digunakan untuk penataan menyeluruh eks Pelabuhan Ampenan.

“Inilah rencana Ampenan ke depan,” ujarnya. Pekan lalu Mohan juga langsung menginstruksikan kepada Dinas PUPR (Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang) dan Dinas PKP (Perumahan dan Kawasan Permukiman) untuk menyiapkan anggaran penataan dan memprioritaskan apa saja bentuk intervensinya.

Pemkot Mataram juga berencana melibatkan Pemprov NTB dalam penataan tersebut. Salah satunya Dinas Perdagangan NTB yang berencana melakukan penataan PKL. “Nanti disinkronkan dengan rencana provinsi. Nanti selanjutnya kita libatkan dinas teknis lain, termasuk Dinas Pariwisata NTB apa saja yang akan kita bangun. Tahun ini sudah harus kelihatan. Yang penting kita sudah punya blue print-nya,” demikian Mohan Roliskana. (ynt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here