Penangkapan Terduga Penyelundup Bibit Lobster Diwarnai Aksi Kejar-kejaran

Selong (suarantb.com) – Upaya penyelundupan bibit lobster tiada hentinya. Beragam modus digunakan oleh para pelaku. Mulai dari menggunakan jasa kurir, jasa bus lintas daerah, dan lainnya. Namun upaya tersebut kerapkali digagalkan oleh kepolisian.

Kali ini penangkapan terduga penyelundup bibit lobster terjadi di Lombok Timur (Lotim). Aksi kejar-kejaran dengan menggunakan mobil mewarnai penangkapan tersebut. Tepat di Desa Sepapan, Jerowaru, Lotim, ketiga pelaku berinisial HA, AH, dan SR ditangkap Tim Subdit IV Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Ditreskrimsus Polda NTB, Selasa, 27 September 2016. Sebanyak 8.995 ekor bibit lobster berhasil disita petugas.

Iklan

Kasubdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda NTB, AKBP. I Komang Sudana, menerangkan para pelaku menggunakan dua mobil untuk menjalankan aksinya. Mereka berupaya untuk mengecoh polisi.

“Kita dapat informasi ada dua mobil. Satu mobil yang kita duga itu yang terus diikuti. Kejar-kejaran dulu baru bisa ditangkap mereka itu,” terangnya saat ekspos kasus tersebut di Mapolda NTB, Rabu, 28 September 2016.

Sekitar pukul 20.45 Wita, Mobil Suzuki Ertiga yang dikendarai pelaku berhasil dihentikan. Namun menurutnya, selama aksi kejar-kejaran, pelaku diduga sempat membuang telepon genggam dan dompet miliknya. Hal tersebut dilakukan agar rekaman percakapan dengan pelaku jaringan lain tidak dapat diungkap polisi.

bibit lobster

Polisi melakukan ekspose kasus dugaan penyelundupan 8.995 bibit lobster di Mapolda NTB, Rabu 28 September 2016 (suarantb.com/szr)

Hasil pemeriksaan sementara, diketahui pemilik bibit lobster berinisial HA (45). HA mengaku hendak mengirim bibit lobster tersebut ke salah satu daerah di Pulau Jawa. Pelaku rencanannya hendak membawa empat kardus bibit lobster menggunakan jasa truk ekspedisi.
Sudana mengungkapkan, pelaku membeli bibit lobster dari nelayan di pantai bagian selatan Lombok, “Per ekornya bibit lobster jenis pasir ini dibeli Rp 10 ribu. Dia jual ke pengepul di Jawa Rp 11 ribu,” ungkapnya.

Sementara dua pelaku lainnya, yakni AH dan SR disebutkan hanya berperan sebagai kurir pembantu. Hingga kini keduanya diintrogasi pihak kepolisian. Penyidik terus mendalami jaringan-jaringan penyelundup bibit lobster tersebut. Karena kuat dugaan kasus tersebut menghubungkan jaringan pelaku lainnya.

Guna menjaga bibit lobster tetap dalam keadaan hidup, petugas kepolisian melakukan pelepasan bibit lobster tersebut di Pantai Tangkong, Sekotong Barat, Lombok Barat. Sebanyak 8.995 ekor bibit lobster berhasil diselamatkan dari upaya penyelundupan. (szr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here