Penanganan Kasus Proyek Longsor Senggigi Dipertanyakan

Tim ahli saat turun melakukan pemeriksaan di tiga titik proyek penataan Senggigi beberapa waktu lalu.(Suara NTB/dok)

Giri Menang (Suara NTB) – Kelanjutan penanganan kasus longsor Senggigi dipertanyakan, menyusul belum ada perkembangan yang signifikan dalam penanganan kasus proyek yang menelan anggaran sekitar Rp6,2 miliar tersebut. Di satu sisi, jajaran polres Lobar digeser. Salah satu satunya Kasat Reskrim Polres Lobar diganti.

Ketua DPRD Lobar, Hj. Nurhidayah meminta supaya aparat penegak hokum (APH) dapat segera menyampaikan hasil kajiannya terkait kasus longsor tersebut. “Dari APH juga sudah sejauh mana hasil kajiannya, dari bulan Januari sampai bulan ini. Kami (DPRD) belum ada terima laporan,” beber dia, saat ditemui belum lama ini.

Iklan

Dikatakan, hingga enam bulan berjalan, belum menerima informasi apa pun terkait dengan perkembangan penyelidikan penanganan ketiga titik longsor tersebut. “Pada intinya kami di legislatif ini mendorong agar persoalan ini segera terselesaikan,” imbuhnya.

Dia menegaskan, bila memang longsor tersebut dianggap sebagai suatu bencana, maka pihaknya dan masyarakat perlu diberikan pernyataan resmi dari kajian yang dilakukan oleh pihak-pihak yang terkait. “Agar nanti kita di legislatif ini bisa menemukan solusi untuk memperbaikinya,” tandas Dayah, sapaan akrab politisi Gerindra ini.

Sementara itu, sejumlah pejabat utama di Polres Lobar mengalami pergeseran dan penyegaran, yang ditandai dengan upacara serah terima jabatan, Jumat, 11 Juni 2021 di Mapolres Lobar. Mereka antara lain Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops), Kabag Logistik, Kasat Reskrim,  Kasat Lantas, Kasat Tahti, Kapolsek Senggigi, Kapolsek Kediri, Kapolsek Labuapi dan Kapolsek Kawasan Pelabuhan Lembar.

Kapolres Lobar, AKBP Bagus S. Wibowo, S.I.K mengatakan, pihaknya merasa bangga karena sejumlah pejabat yang mengalami pergeseran merupakan orang – orang terbaik yang ada di Polres Lobar. “Serah terima jabatan ini memiliki makna strategis dan harus dilakukan untuk kebaikan organisasi, khususnya di Polres Lombok Barat,” ungkapnya. Bagus menilai bahwa selama ini para pejabat yang mengalami mutasi, telah memberikan kontribusi yang luar biasa dalam pelaksanaan tugas untuk Polres Lobar. “Atas nama pimpinan dan keluarga besar Polres Lobar mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pejabat yang meninggalkan Polres Lobar,” ucapnya.

Sedangkan untuk pejabat yang baru di Polres Lobar, Bagus berharap peningkatan dalam pelaksanaan tugas di bidangnya masing-masing. Dia berharap pejabat baru mampu bertindak mengikuti filosofi air dan angin. Filosofi air adalah mampu menyegarkan semua yang ada di sekitarnya dan filosofi angin mampu berada segala tempat sehingga lebih maksimal lagi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Sementara itu, Kabag Sumber Daya Manusia (SDM) Kompol Gede Airadana, SH menjelaskan secara rinci, pejabat-pejabat yang mengalami pergeseran di lingkungan Polres Lombok Barat. “Kapolsek Kediri yang semula dijabat oleh AKP Arjuna Wijaya S.I.K, kini dengan jabatan baru Sespripim Polda NTB,” ujarnya.

Sedangkan Kapolsek Kediri kini dijabat oleh Iptu Heri Santoso yang semula menjabat Kanit Lantas Polsek Senggigi. “Kasat Lantas yang semula dijabat oleh Iptu Rita Yuliana S.I.K., MM, bergeser sebagai Kasat Lantas Polres Lombok Timur,” imbuhnya. Kasat Lantas kini diisi oleh Iptu Agus Rachman SH., yang semula menjabat Pjs. Kanit Lantas Polresta Mataram.“Kapolsek Senggigi yang semula dijabat oleh Kompol Bowo Tri Handoko SE., S.I.K, menempati Jabatan Baru sebagai Kasi STNK Subdit Regident Dit. Lantas Polda NTB,” lanjutnya. Kapolsek Senggigi itu sendiri, diisi oleh AKP Priyo Suhartono S.I.K yang sebelumnya menjabat sebagai Ps. Kanit I Subdit V Dit. Reskrimsus Polda NTB.(her)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional