Penanganan Kasus Dua Desa di KSB Mandek

Afrijal (Suara NTB/ist)
top ads

Taliwang (Suara NTB) – Penanganan kasus Desa Seminar Salit dan Desa Labuhan Lalar dipastikan mandek sampai pendemi covid-19 berakhir. Dua Kasus yang ditaksir merugikan negara Rp828 juta tersebut terkendala di proses Penghitungan Kerugian Negara (PKN) oleh tim Inspektorat Provinsi.

“Memang untuk penanganan kasus dua desa tersebut mandek sampai dengan pendemi covid-19 berakhir. Itu terjadi karena kita masih terkendala di PKN yang hingga kini belum ada dari provinsi lantaran belum melakukan pengecekan,” ungkap Kapolres KSB kepada Suara NTB melalui Kasat Reskrim AKP Afrijal S.lK.

Iklan

Sebenarnya jika kondisi normal kasus dua desa ini sudah tuntas di pertengahan tahun ini (2020). Terlebih lagi kedua desa ini juga sudah mulai diterbitkan Surat Pemberitahuan Dimulai Penyidikan (SPDP) ke Kejaksaan. Bahkan untuk kasus Labuhan Lalar sudah langsung disertakan dengan nama tersangka yakni ANS (mantan kades). Tetapi karena PKN belum turun pihaknya juga tidak bisa berbuat banyak. Apalagi surat  penundaan audit oleh Inspektorat Provinsi dengan nomor; 800/264/Itsus-INSP/2020 dan surat nomor; 800/265/Itsus-INSP/2020 sudah diterima oleh penyidik.

“Inspektorat Provinsi menunda hasil auditnya PKN dua kasus tersebut karena pandemi covid-19, sehingga kita tidak bisa berbuat banyak,” sebutnya.

Jika kondisi ini terus berlarut dikhawatirkan untuk penanganan kasus yang lain juga akan mandek. Pihaknya ditargetkan untuk mampu menyelesaikan empat kasus dugaan tindak pidana korupsi baik itu penggunaan dana desa maupun masalah lainnya. Tetapi karena ada bencana non alam (covid-19) semua target tersebut terancam molor. Bahkan untuk saat ini proses pemeriksaan para saksi sangat terbatas sehingga upaya untuk mempercepat penanganan sejumlah kasus menjadi terhambat.

“Kami tidak bisa berbuat banyak karena kondisinya tidak memungkinkan untuk kita lakukan penanganan lebih lanjut. Tetapi kami berharap agar pandemi ini bisa berakhir sehingga kita bisa bekerja dengan normal,” pungkasnya. (ils)

  KSB Tetspkan UMK 2019 Sebesar Rp2,1 Juta

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here