Penanganan Covid-19, Perlu Keterpaduan agar Keluar dari Zona Merah

Lalu Martawang. (Suar NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Kesepakatan penanganan Coronavirus Desease atau Covid-19 telah dirumuskan antara Pemprov NTB dengan Pemkot Mataram. Petugas teknis di lapangan dibentuk sebagai langkah agresif menekan penularan. Melawan virus tidak bisa dengan cara sederhana. Dibutuhkan keterpaduan agar Mataram segera keluar dari zona merah.

Asisten I Setda Kota Mataram, Lalu Martawang menyampaikan, rapat bersama Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah didampingi Wakil Gubernur Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah serta jajaranya meminta penjelasan dari Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh terkait langkah tim gugus tugas menangani virus Corona.

Iklan

Dari sisi penanganan disampaikan bahwa Kota Mataram menerapkan pola Penanganan Covid-19 Berbasis Lingkungan (PCBL). Program ini ditujukan untuk menekan penularan melalui tranmisi lokal. “Data terakhir, transmisi lokal sudah bisa ditekan. PCBL di 325 lingkungan berjalan efektif,” kata Martawang dikonfirmasi Rabu, 1 Juli 2020.

Faktanya, perkembangan sumber dari Covid-19 muncul dari pasien dalam pengawasan (PDP) terutama pasien yang memiliki riwayat penyakit penyerta. Seperti jantung, asma, tekanan darah tinggi, obesitas dan kencing manis. PDP mendapatkan pelayanan kesehatan di rumah diketahui memiliki imunitas rendah. Mereka memiliki kerentanan terpapar virus, sehingga hasil pemeriksaan dinyatakan positif.

Tren peningkatan kasus baru juga muncul dari pelaku perjalanan. Warga yang membutuhkan surat keterangan sehat melakukan pemeriksaan cepat atau rapid test dan uji usap (swab). Ternyata hasilnya reaktif bahkan positif. “Kenapa terjadi seperti itu. Karena PDP kita di Mataram ini sangat banyak,” sebutnya.

Kebijakan pelonggaran diberikan pemerintah dengan membuka pusat perbelanjaan, pasar modern dan ruang publik harus diikuti dengan protokol kesehatan Covid-19. Menurutnya, resiko penularan virus sangat tinggi sehingga protokol kesehatan dengan menggunakan masker, rajin cuci tangan serta menjaga jarak jadi kunci agar tidak tertular.

Menurut Martawang, dalam konteks pencegahan dibutuhkan keterpaduan penanganan agar segera keluar dari zona merah. Pemprov NTB dan Pemkot Mataram telah membentuk tim teknis di lapangan untuk penanganan secara terpadu. TNI dan Polri juga dilibatkan.

Martawang enggan menanggapi apakah Mataram perlu kembali menutup diri. Dikatakan, konteks penanganan Covid-19 baik secara nasional maupun internasional sama. “Kuncinya adalah lindungi diri dan keluarga,” demikian kata dia. (cem)

Advertisement ucapan idul fitri ucapan idul fitri ucapan idul fitri Jasa Pembuatan Website Profesional