Penanganan Akses Jalan Kabupaten Tuntas 2022

Ruas jalan Simpasai – Saneo di sebelah barat Terminal Ginte menjadi salah satu akses jalan Kabupaten yang akan ditangani melalui DAK fisik jalan tahun 2022 mendatang. Akses jalan ini kondisinya rusak, kendati kerusakannya tidak merata.(Suara NTB/ula)

Dompu (Suara NTB) -Akses jalan yang menjadi kewenangan Kabupaten Dompu akan tuntas ditangani pada tahun 2022 mendatang melalui dana alokasi khusus (DAK). Tidak hanya ruas jalan kabupaten yang ditangani, tapi juga jalan trans Desa yaitu ruas jalan yang terhubung dengan jalan nasional, provinsi, dan Kabupaten juga akan ditangani.

Pada tahun 2022 mendatang, Kabupaten Dompu mendapat alokasi DAK fisik untuk jalan hingga Rp90 M dari Rp195 M total DAK fisik bagi Dompu. “Luar biasa peningkatan (DAK fisik) kita. Itu tidak lepas dari perjuangan bersama dari Bupati dan wakil Bupati hingga jajarannya di PU melalui penyajian data dan informasi yang baik,” kata kepada Dinas PUPR Kabupaten Dompu, Ir. A. Muis, MSI kepada Suara NTB di ruang kerjanya, Kamis (7/10).

Iklan

Dengan alokasi DAK fisik tersebut, Muis mengatakan, akan bisa menyelesaikan beberapa akses jalan yang dikeluhkan masyarakat Dompu selama ini tentang jalan strategis daerah. Seperti ruas jalan Banggo (Manggelewa) – Dorokobo (Kempo), jalan Simpasai – Saneo di sebelah barat terminal Ginter, ruas jalan Monta – Mbawi, Oo – Lepadi, Soro – Napa, dan akses jalan Kabupaten lainnya. “Kita fokus di jalan – jalan yang rusak,” katanya.

Tidak hanya pada jalan dengan status jalan Kabupaten yang ditangani, tapi juga jalan trans Desa juga akan ditangani. Seperti akses jalan yang dibuka Desa Kawangko yang menghubungkan dengan pulau Bajo, akses jalan ke obyek wisata wadu Jao Desa Jambu dan akses jalan lainnya. Total ruas jalan kabupaten dan jalan transdes yang akan ditangani melalui DAK fisik tahun 2022 mendatang sekitar 40,17 KM. “Kalau jalan kabupaten harus dihotmix. Kalau jalan transdes, bisa dihotmix, dilapen, atau peningkatan.

Tergantung kondisi jalannya,” jelas Muis.
Muis berharap, dengan ditangani beberapa akses jalan yang selama ini dikeluhkan warga akan semakin meningkatkan aksessibilitas warga dan semakin meningkatkan mobilitas warga dalam mempercepat pertumbuhan ekonominya. Karena bagaimanapun, keberadaan akses jalan sangat mempengaruhi konektifitas antar daerah dan wilayah. “Ini menjadi kebanggaan dan kepuasaan tersendiri bagi saya,” kata Muis yang sudah 8 tahun lebih menjadi kepala Dinas PUPR Kabupaten Dompu.

Dikatakan Muis, ruas jalan Kabupaten saat ini sepanjang 530 KM dan kondisinya di atas 50 persen kondisi baik. Status jalan Kabupaten ini ditentukan melalui SK Mentri dan pihaknya sedang mengupayakan agar lebih banyak menjadi jalan kabupaten, sehingga bisa ditangani melalui DAK fisik. Selain itu, Camat dan Desa juga diharapkan intens berkoordinasi dalam mendukung rencana peningkatan jalan serta pengalokasian anggaran dari DAK fisik. “Akan ada prioritas yang tidak masuk dalam status jalan kabupaten untuk ditangani melalui DAK fisik ketika ada koordinasi dengan Camat,” katanya. (ula/*)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional