Penambangan Galian C di Pemenang Ilegal

GALIAN C - Aktivitas galian C di Kecamatan Pemenang yang tidak berizin. Kecamatan Pemenang tidak direkomendasikan sebagai tempat galian C. (Suara NTB/ist)

Tanjung (Suara NTB) – Tambang galian C yang ada di seputaran Kecamatan Pemenang Kabupaten Lombok Utara (KLU) menjadi sorotan Pemda KLU. Tambang galian C tersebut diketahui melanggar Perda No.9 tahun 2011 tentang RTRW.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lomhok Utara, H. M. Zaldy Rahadian, ST. MT., mengakui tambang galian c yang ada di Dusun Telaga Wareng Desa Pemenang Barat tak berizin. Aktivitas itu dinyatakan ilegal, karena beroperasi di kawasan pariwisata.

Iklan

“Tidak ada izinnya galian C itu, kami juga tidak mengeluarkan rekomendasi,” kata Zaldy, beberapa waktu lalu.

Hal senada dikuatkan Kepala Dinas LH Perkim Lombok Utara, H. Rusdi melalui Kabid Penataan dan Penaatan Lingkungan Hidup, Sony Sanjaya. Kepada koran ini Senin,  29 Oktober 2018, Sony menegaskan tidak mengeluarkan rekomendasi SPPL, UPL/UKL maupun Amdal.

“Galian C kewenangan Dinas ESDM Provinsi. Kalau ada kaitan dengan dokumen lingkungan tapi harus masuk dulu di Tim BKPRD apakah sudah ada rekomendasi tidak di situ,” ujarnya.

Ia menjelaskan sebuah usaha galian c harus melalui proses legal formal. Pertama mengajukan izin ke Tim Koordinasi Penataan Ruang Daerah (TKPRD), selanjutnya mengajukan IUP ke ESDM Provinsi. Dengan dasar itu, kemudian mengajukan dokumen lingkungan (SPPL, UPL/UKL, Amdal) ke Dinas LH kabupaten.

“Di LH kami lakukan studi kelayakan dan studi lingkungan. Kalau lengkap syarat, maka sesuai aturan dalam 7 hari kerja harus kita keluarkan rekomendasi. Setelah itu diajukan lagi ke provinsi untuk dikeluarkan izin operasional,” jelasnya.

Sony mengakui di Lombok Utara, hanya ada 5 lokasi galian C. Di antaranya lokasi galian C milik SKS di Sukadana, galian C di Samik Bangkol, galian C milik Kukuh Kridasworo dan lokasi galian C milik Beldur.

Seluruh lokasi galian C diatur sesuai Perda RTRW. Di mana kecamatan yang boleh digali adalah Kecamatan Bayan, Kecamatan Kayangan dan sebagian Kecamatan Gangga.

“Yang di Pemenang setahu saya belum. Sebagai langkah tindakan kita, setelah Zuhur (kemarin) staf sudah kita minta turun. Dari laporan itu selanjutnya akan dirapatlan untuk diambil tindakan (ditutup),” demikian Sony. (ari)