Penambang Tewas, Penambangan Emas Liar di Sekotong Dihentikan

Giri Menang (Suara NTB) – Pascatewasnya tujuh penambang emas liar di lokasi tambang ilegal  Gunung Suge, Dusun Slodong, Desa Buwun Mas, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat,  aktivitas penambangan di wilayah itu dihentikan. Penghentian dilakukan, setelah tim gabungan yang tediri dari Pemprov NTB, Polda NTB, Pemkab Lobar, Polres setempat turun ke lokasi kejadian, Rabu, 20 Juni 2018.

Demikian disampaikan, Kapolres Lobar AKBP Heri Wahyudi usai meninjau lokasi, kemarin.  Tim gabungan mengecek TKP (Tempat Kejadian Perkara),  untuk memastikan apakah lokasi itu masuk kawasan hutan atau tidak. Pihak kepolisian bersama Pemda juga telah memasang plang larangan bagi penambang untuk tidak masuk ke kawasan itu dan melarang aktivitas penambangan. Jika ada warga melanggar larangantersebut, aparat akan menindak tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Iklan

Sementara itu, olah TKP dilakukan untuk memastikan penyebab kejadian itu. Pihak Kepolisian akan melibatkan tim Labfor Cabang Denpasar, Bali. Rencananya, Kamis (hari ini) tim Labfor menuju lokasi melakukan olah TKP.

‘’Kita sama-sama turun ke lokasi untuk menentukan apakah kawasan itu masuk kawasan hutan atau bukan. Sekaligus kita melakukan sosialisasi, imbauan kepada para penambang untuk tidak melakukan aktivitas penambangan,’’ tegas Kapolres Lobar .

Aparat juga telah memasang spanduk berisi larangan serta sanksi hukum bagi pelanggarnya. Kapolrs menegaskan bahwa kasus kecelakaan di tambang ilegal ini masih dalam tahap penyelidikan. Soal jumlah korban yang informasinya simpang siur? Kapolres menjelaskan, sejauh ini  katanya 13 korban yang ditemukan. Dari 13 korban, tujuh orang meninggal dan enam korban selamat.

Pjs. Bupati Lobar, HL. Saswadi saat menjenguk korban selamat yang dirawat di Puskesmas Sekotong menyatakan, pihaknya mendukung pengusutan kasus ini. ‘’Tim sudah turun ke lokasi untuk mengusut kasus ini,’’ jelasnya.

Terkait penutupan tambang?  Menurut Saswadi, bukan ditutup total. Namun pengelolaannya yang belum bagus sehingga terjadi musibah seperti ini.  Kalau dikelola secara profesional dampaknya sangat positif.  Salah satunya, menyediakan lapangan kerja untuk masyakarat setempat. Namun perusahaan pengelola kawasan tambang  sudah lama hilang. Pemda lanjutnya, telah diundang oleh kementerian terkait untuk rencana pemberian progam pembinaan bagi daerah tambang termasuk Lobar. Untuk tambang emas Sekotong jelasnya, memang ada lokasi untuk masyakarat dan ada juga untuk lokasi yang dikelola swasta (perusahaan).

Tim Tangani Tambang Ilegal

Polda NTB merespons musibah tewasnya penambang di lubang galian tambang emas rakyat Sekotong, Lobar. Aktivitas penambangan untuk sementara dilarang. Tim gabungan dari kepolisian dan instansi pemerintah daerah dibentuk untuk melakukan penyelidikan.

‘’TKP sudah diberi garis polisi. Tim gabungan sedang menyelidiki dengan mendatangi TKP. Ada dari Polres, Krimsus Polda (NTB), dan Forensik dari Bali,’’ ujar Kabid Humas Polda NTB, AKBP I Komang Suartana dikonfirmasi Suara NTB, Rabu, 20 Juni 2018.

Dia mengatakan, lubang galian yang merenggut tujuh nyawa pada Selasa (19/6) lalu itu sudah ditutup. Akses penambangan di lokasi tersebut ditutup untuk memudahkan penyelidikan dan mencegah kejadian serupa terulang.

‘’Termasuk di lubang tambang yang lainnya kita imbau masyarakat atau penambang untuk tidak melakukan aktivitasnya,’’ tegas Suartana. Hal tersebut masih dalam rangka penyelidikan, apakah memang murni musibah atau ada peristiwa pidana.

Tim forensik akan membawa barang bukti sisa material terbakar untuk diuji di Labfor di Bali. Hasil sementara belum dapat diungkapkan. Sementara untuk penertiban tambang rakyat di Sekotong, tim tersebut juga akan saling berkoordinasi. (her/why)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here