Penahanan Kades Lajut, Pelajaran bagi Kades Lain

Praya (Suara NTB) – Asisten I Setda Lombok Tengah (Loteng) Ir. H. L. Moh. Amin, mengaku prihatin terkait terus bertambahnya jumlah kepala desa (kades) yang ditahan aparat penegak hukum. Terakhir, Kades Lajut Praya Tengah, Fa, resmi ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Loteng, Kamis, 6 Oktober 2016.

“Terus terang kita prihatin. Dan, kita berharap penahanan Kades Lajut ini menjadi yang terakhir,” harapnya, pada Suara NTB, Jumat, 7 Oktober 2016.

Iklan

Hal ini lanjutnya, bisa menjadi pelajaran bagi kades-kades lainnya agar menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya.   Diakuinya, beban dan tanggung jawab sebagai pemimpin di tingkat desa tidaklah ringan. Karena menjadi pemimpin di desa, merupakan amanah yang diberikan oleh masyarakat, sehingga harus dijalankan dengan sungguh-sungguh.

Amin berharap, kasus yang menimpa Kades Lajut hendak juga jangan sampai membuat kades takut mengambil kebijakan. Jika kebijakan benar dan sesuai aturan, maka harus dijalankan dengan benar. Tetapi kalau kebijakan ini menyalahi aturan atau berisiko menimbulkan persoalan hukum, hendaknya tidak dijalankan.

“Kuncinya sekarang ada di kades itu sendiri. Jika mau berhasil menjalankan tugas, jalankan aturan dengan benar. Jangan justru melanggar aturan. kendati mungkin tidak diketahui. Karena suatu saat pasti akan terbongkar,”  ujarnya mengingatkan. (kir)