Penahan Gelombang di Lakey Hancur Diterjang Gelombang Pasang

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Dompu, H. Khairul Insan, saat meninjau kerusakan akibat diterjang gelombang pasang di pantai Lakey beberapa waktu lalu.(Suara NTB/ist)

Dompu (Suara NTB) – Gelombang pasang setinggi 4 – 5 meter di laut selatan pulau Sumbawa menghancurkan bangunan penahan gelombang di pantai Lakey Huu Dompu. Penahan gelombang sepanjang 600 meter dari restoran Anton Malingi hingga hotel Monalisa Lakey ini hancur diterjang gelombang pasang.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Dompu, H Khairul Insan, SE, MM kepada Suara NTB, Sabtu, 14 Juni 2020 mengatakan, gelombang pasang setinggi 4 – 5 meter yang menerjang laut selatan pada 6 – 8 Juni lalu merusak penahan gelombang di pantai Lakey.

Iklan

Penahan gelombang ini dibangun untuk menahan agar gelombang pasang yang selama ini menerjang hingga kawasan perhotelan. “Bangunan penahan gelombang sepanjang 600 meter itu hancur akibat gelombang pasang,” kata Khairul Insan.

Bila dibandingkan tahun – tahun sebelumnya, gelombang pasang ini cukup besar. Biasanya tidak sampai separah ini kerusakan akibat gelombang pasang. Bahkan akibat gelombang pasang ini mulai mengikis bangunan menara pantau surfing yang ada di pinggir pantai dan berugak.

“Kerusakan akibat gelombang pasang ini sudah kami sampaikan ke BPBD. Karena ini bagian dari bencana alam, sehingga bisa segera ditangani,” katanya.

Kerusakan akibat gelombang pasang ini tidak sampai meruksan akses jalan kaki para wisatawan di Lakey. Pejalan kaki juga tetap bisa menikmati pantai lakey di pesisir pantai dengan jalan setapaknya, bahkan akses jalan ini dimanfaatkan pengguna sepeda motor untuk melintas.

Kawasan wisata Lakey diharapkan bisa menerapkan kenormalan baru pariwisata di Dompu. Kenormalan baru ini harus dibantu pemerintah untuk menghidupkan ekonominya. Akibat Covid, para pelaku wisata di Lakey kesulitan untuk membiayai operasional, apalagi harus menyiapkan tambahan biaya sesuai protokol kesehatan Covid-19. (ula)