Penagih Utang Cabut Paksa Mobil Wanita Hamil

Kasatreskrim Polresta Mataram Kadek Adi Budi Astawa menunjukkan barang bukti kasus penagih utang rampas mobil, Rabu, 21 Oktober 2020.(Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Dua penagih utang Nova (36) dan Erlan (31) masuk bui. Mereka mencabut paksa mobil kredit macet yang dikemudikan wanita hamil. Perampasan itu tanpa didasari putusan fidusia. “Para pelaku ini bernegosiasi. Tapi dengan nada tinggi sehingga korban yang sedang hamil ini merasa terancam,” jelas Kasatreskrim Polresta Mataram AKP Kadek Adi Budi Astawa, Rabu, 21 Oktober 2020.

Dua pelaku ini mendapat informasi dari rekannya sesama penagih utang. Bahwa ada mobil menunggak angsuran sedang melintas. Mereka lalu membuntuti korban. Mereka memberhentikan mobil Suzuki APV DR 1338 TZ di Jalan Bung Karno, Mataram. Korban saat itu sedang dalam perjalanan pulang dari menyetor angsuran ke kantor perusahaan pembiayaan.

Iklan

Para pelaku berkelit dengan mengatasnamakan perintah dari perusahaan pembiayaan untuk mencabut mobil warna hitam tersebut. Alasannya jaminan fidusia itu menunggak setoran angsuran satu tahun. “Mereka memang menjelaskan mobil itu dalam keadaan kredit macet. Akhirnya korban mau menandatangani surat penyerahan mobil dengan keadaan terpaksa karena ada ancaman,” jelasnya.

Korban tidak menyerahkan mobil secara sukarela. Selain itu, Kadek Adi menjelaskan, objek jaminan fidusia kini tidak bisa dieksekusi sepihak dan sembarangan. Berdasarkan Putusan MK No18/PUU-XVII/2019. Penyitaan jaminan fidusia mensyaratkan izin pemilik. “Juga harus berdasarkan putusan pengadilan yang sah,” paparnya.

Nova mengakui dirinya tergiur dengan bonus biaya penarikan jaminan fidusia. “Tergantung dari berapa banyak nunggaknya. Paling banyak bisa dapat Rp3 juta sampai Rp4 juta,” ujarnya sembari digiring kembali ke ruang tahanan. Nova dan Erlan dijerat dengan pasal 368 ayat 1 dan atau pasal 335 KUHP. Mereka terancam hukuman penjara paling lama sembilan tahun. (why)