Pemungutan Suara Ulang Dua TPS di KLU Rawan Politik Uang

Ketua Bawaslu KLU,  Adi Purmanto (Suara NTB/ari)

Tanjung (Suara NTB) – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Lombok Utara (KLU) mengingatkan calon anggota legislatif (caleg) Daerah Pemilihan Lombok Utara I (Pemenang – Tanjung) untuk tidak mencari suara dengan curang di TPS Pemungutan Suara Ulang (PSU). Bawaslu mengakui, fenomena kerawanan politik uang di 2 TPS yakni TPS 01 Desa Tanjung (Dusun Lading-Lading), dan TPS 21 Desa Tanjung di Dusun Sorong Jukung.

Ketua Bawaslu Lombok Utara, Adi Purmanto, SE., di kantornya Rabu,  24 April 2019. mengungkapkan, TPS PSU di KLU sejatinya berlaku di 3 TPS. Hanya saja, TPS lain yakni TPS di Dusun Cupek, Desa Sigar Penjalin, hanya menggelar PSU untuk pilpres saja.

Iklan

“Memang di TPS PSU rentan money politics. Di PSU dua TPS ini, kami lebih ketat lagi melakukan pengawasan karena semua partai ingin menambah suara,” katanya.

Ia menjelaskan, suara dua TPS tersebut sangat berarti bagi segelintir caleg potensial untuk mendapatkan kursi. Bahkan tidak mungkin, caleg-caleg akan berebut suara dengan segala cara.

Namun demikian, Bawaslu sudah sangat siap untuk mengawal kedua TPS PSU tersebut. Ia meyakinkan, pengawasan oleh Bawaslu dan aparat cukup ketat, sehingga pelaksanaan PSU berjalan tanpa intimidasi dan pengaruh materil.

“Kita wanti-wanti caleg yang bergantung suara pada PSU TPS 1 Lading-Lading dan TPS 20 Sorong Jukung itu. Kita tindak tegas jika ada temuan,” tandasnya.

Untuk diketahui, PSU di 3 TPS akan dilakukan serentak pada Sabtu (27/4). Jumlah suara untuk TPS 01 sejumlah 277 suara dan TPS 21 sejumlah 242 suara. Klaim signifikan atas suara di kedua TPS itu secara otomatis menaikkan perolehan suara bagi sejumlah parpol. Sebut saja Perindo, Hanura dan Demokrat. Baik Hanura dan Perindo, memiliki misi sama – yakni merebut 1 kursi terakhir. Makanya pula, bahwa salah satu dari kedua partai itu berhasil mendapat suara signifikan, maka akan mengurangi jatah jumlah 2 kursi yang bakal diklaim Demokrat.

Berdasarkan analisa lapangan, ketiga parpol ini paling berpeluang merebut jatah kursi ke 11 atau kursi terakhir di Dapil I. Namun Caleg Perindo, Hendra Wiraksa, diperkirakan menjadi pihak yang diuntungkan karena TPS 01 Lading-Lading merupakan basis massa pendukungnya. “Saya optimis memperoleh suara di dua TPS itu, khususnya TPS 01 Desa Tanjung, saya yakin akan maksimal,” katanya.

Caleg Perindo nomor urut lima ini bersaing dengan caleg senior Partai Hanura, Ardianto, SH. Kepada wartawan, Ardianto, mengklaim akan berupaya maksimal untuk mendapatkan suara di kedua TPS tersebut. “Kita bekerja maksimal, dengan harapan mendapatkan suara signifikan,” ucapnya. (ari)