Pemulangan PMI Lewat Jalur Domestik

H. Rudi Suryawan. (SuaraNTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Pemulangan pekerja migran Indonesia (PMI) asal Kota Mataram saat ini didominasi pemulangan domestik. Dengan demikian, PMI yang pulang ke Kota Mataram tidak perlu menjalani karantina seperti beberapa waktu sebelumnya.

“Memang dia domestik pulangnya, 2-3 orang per minggu,” ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Mataram, Rudi Suryawan saat dikonfirmasi, Minggu, 1 Agustus 2021. Dalam proses tersebut, karantina dilaksanakan di daerah transit seperti Jakarta dan Surabaya.

Iklan

Berdasarkan catatan pihaknya, sampai dengan Desember 2020 jumlah PMI asal Kota Mataram yang pulang sebanyak 307 orang. Sementara sepanjang Januari – Juni 2021 jumlah PMI yang pulang sebanyak 268 orang.

“Juli ini pulang sekitar empat orang. Jadi sampai Juli ini totalnya 272 orang (PMI yang pulang). PMI tersebut antara lain bekerja di Malaysia, Jepang, dan Arab Saudi. Saat dilakukan pemulangan, dilakukan swab dan pemeriksaan kesehatan dasar oleh BP2MI Kota Mataram.

Jika PMI yang pulang dalam keadaan sehat, maka langsung dilakukan pemulangan. Baik dengan fasilitasi pengantar oleh Dinas Tenaga Kerja maupun dengan penjemputan langsung oleh keluarga. Mengingat karantina di daerah asal tidak dilakukan, PMI juga diwajibkan membawa hasil PCR negatif untuk memastikan bebas dari coronavirus disease (Covid-19).

“Kalau dia sakit baru kita karantina lagi. Tapi sampai sekarang ini, karantina hanya dilakukan di daerah transit, karena biayanya ternyata besar,” jelas Rudi. Teknis pemulangan PMI tersebut menurutnya telah dikoordinasikan juga dengan Dinas Tenaga Kerja Provinsi NTB.

“Untuk biaya karantina PMI itu tidak ada anggarannya lagi, jadi dipulangkan dia lewat domestik. Kalau memang sehat, langsung kita pulangkan saja,” tandas Rudi. (bay)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional