Pemuda Selagalas Ditangkap Polisi

Kapolsek Cakranegara Zaky Maghfur (kanan) menunjukkan barang bukti pencurian ponsel dengan tersangka Imron, seorang residivis yang empat kali berkasus. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Residivis pencurian sepeda motor, Imron (19) bertemu dengan dinginnya lantai penjara lagi. Pria asal Selagalas, Cakranegara, Mataram ini diduga membobol kamar kos. Selain mengambil ponsel, Imron juga menggasak dompet.

“Modusnya mendobrak pintu kamar kos yang sedang tidak ada penghuninya,” ungkap Kapolsek Cakranegara AKP Zaky Maghfur, Rabu, 18 Maret 2020.

Iklan

Imron mengincar indekos yang tak jauh dari rumahnya. Dia sudah mengamati penghuni kamar kerap meninggalkan kamar sore usai Magrib. Waktu-waktu tersebut menjadi pilihan Imron melangkahkan kaki untuk pergi mencuri. Barang berharga korban tidak tersisa. Dua ponsel dan uang tunai Rp3,5 juta di dalam dompet digondolnya.

“Barang-barang itu di atas meja. Pelaku tidak kesulitan,” kata Zaky. Imron belum sempat menjual barang curian saat ditangkap.

Dari hasil identifikasi, Imron ini merupakan pemain lama yang sudah langganan kamar penjara. “Dari sejak di bawah umur dia beraksi. Belum kapok dia. Ini yang keempat,” imbuhnya. Imron sering mencuri karena sudah ketagihan sabu.

“Kadang makai sendiri. Kadang sama teman. Belinya di Karang Bagu,” ujar Imron tertunduk mengakui perbuatannya.

Lain Imron, lain Dabo. Pria yang satu ini, disangka mencuri karena ketagihan miras. Dabo, warga Gerung, Lombko Barat ditangkap Polsek Pagutan. “Diduga mencuri ponsel temannya,” ungkap Kapolsek Pagutan Iptu Surya Wirawan di tempat terpisah.

Dabo disangka mencuri di Pagesangan Timur, Pagesangan, Mataram. Ponsel korban, iPhone 7 tertinggal di kamar kos karena buru-buru ikut nyongkolan di Kerandangan, Batulayar, Lombok Barat. Kamar kos lupa dikunci korban.

Hal itu membuat Dabo makin mudah masuk. Dabo gampang teridentifikasi. Saksi-saksi di sekitar TKP sempat melihat Dabo yang sempoyongan. Tapi diacuhkan karena Dabo adalah kawan korban.

“Dia mencuri selesai pesta miras,” kata Surya. Dabo sempat menggadai ponsel itu seharga Rp400 ribu. “Uang dia pakai untuk beli miras tambahan,” imbuhnya. (why)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional