Pemuda Penentu Generasi Harus Miliki Perencanaan

Dompu (Suara NTB) – Pemuda merupakan penentu masa depan generasi. Untuk bisa mewujudkan itu, pemuda harus memiliki perencanaan tentang masa depannya dan menghindari perilaku nikah dini, seks bebas dan narkoba. Karenanya, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Dra Hj Ermalena, MHS dan BKKBN NTB menggelar sosialisasi dan dialog interaktif Generasi Perencana (GenRe) Ceria yang menghadirkan ratusan siswa MTs, SMA, MA, dan SMK di Pondok Pesantren Salman Desa Oo Dompu, Sabtu, 3 Desember 2016.

Foto disambut tarian tradisional

Iklan
Disambut tarian tradisional

Kepala Perwakilan BKKBN NTB, Dr H L Makripuddin mengungkapkan, pemuda merupakan penentu masa depan bangsa. Hancurnya kerajaan Islam Cordova oleh Kerajaan Romawi disebabkan gerasi mudanya yang cengeng dan terlena dengan kehidupannya. Kemerdekaan Indonesia juga diprakarsai pemuda. Untuk menjadi pemuda sebagai penentu generasi, pemuda harus memiliki rencana untuk masa depannya. Pemuda tidak mudah menyerah dan putus asa.

Foto kepala bkkbn ntb saat berikan sambutan

Kepala Perwakilan BKKBN NTB, Dr H L Makripuddin

Hindari tiga hal untuk menuju pemuda yang kuat, dengan tidak menikah dini sebelum usia 21 tahun, hindari perlaku seks pra nikah, dan menjauhi narkoba. Usia sebelum 21 tahun, organ tubuh masih dalam tahap pertumbuhan, sehingga rentan menderita penyakit reproduksi dan keguguran. Psikologi juga belum siap, sehingga 4 kali lebih riskan melakukan perceraian. Begitu juga seks pra nikah justru hanya akan merugikan wanita. Untuk menghindarinya, pilihlah teman bergaulan yang baik dan manfaatkan internet untuk hal yang berguna. Jangan dimanfaatkan untuk mengakses yang berbau maksiat. “Efek ponografi itu 10 kali lebih berbahaya dari narkoba,” tegasnya.

Foto yang mewakili wakil ketua komisi IX dan kepala BKKBN NTB, Kasdim 1614 Dompu, kepala BPPKB Dompu dan wakil ketua dprd dompu beserta dialog int

Pejabat yang mewakili Wakil Ketua Komisi IX dan Kepala Perwakilan BKKBN NTB, Kasdim 1614 Dompu, dan Wakil Ketua DPRD Dompu dalam dialog interaktif.

Narkoba, psikotropika dan zat adiktif (Napza) juga harus dihindari. Ketika sudah mencobanya, seseorang akan ketergantungan dan membawanya kepada kehancuran. Awalnya seseorang diberikan secara gratis, bahkan dimasukkan dalam minum untuk membuat orang ketergantungan pada narkoba. Ketika ketergantungan dan tidak memiliki penghasilan, orang tua menjadi sasaran. Bahkan di Kota Mataram belum lama ini, seorang anak dilaporkan ke polisi karena mencuri sepeda motor ibunya untuk berfoya – foya dan membeli narkoba. “Untuk anak – anak, usahakan hindari merokok. Karena rokok itu jembatannya narkoba,” katanya.

  Tingkatkan Kualitas Hidup Keluarga dengan Mengikuti KB dan Memperhatikan KR

Foto m akri

M. Akri, S.Pdi

Anak muda harus menjadi generasi yang berkualitas. Untuk menjadi generasi berkualitas, setidak nya dibutuhkan 2 kemampuan dasar yang harus dimiliki. Menguasai teknologi dan bisa berbahasa Inggris, tentunya harus memahami dan mengamalkan agamanya. “Ketika itu sudah dimiliki, maka tidak akan sulit mendapatkan pekerjaan. Bahkan akan menciptakan lapangan kerja sendiri,” ungkapnya.

Foto h m jamaluddin mm saat bertanya kepada perwakilan peserta sosialisasi dan dialog terbatas GenRe Ceria

H. M. Jaluddin, MM saat bertanya kepada perkilan peserta sosialisasi dan dialog terbatas GenRe Ceria

H.M Jamaluddin, MM yang memimpin dialog interaktif, mengungkapkan sebanyak 51,8 persen pemuda di NTB melakukan pernikahan dini. Pernikahan dini juga banyak terjadi di Kabupaten Dompu. Angka kemiskinan yang masih tinggi di NTB dan kasus gizi buruk yang terjadi juga tidak lepas dari pengaruh pernikahan dini. Karena anak belum siap secara ekonomi dan psikologi untuk menikah harus menikah.

Foto foto bersama yg mewakili wakil ketua komisi IX DPR RI, kepala BKKBN NTB, moderator diskusi terbatas beserta perwakilan lembaga penerima bingk

Foto bersama pejabat yang mewakili Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Kepala Perwakilan BKKBN NTB, moderator diskusi terbatas beserta perkilan lembaga penerima bingkisan.

Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M. Yasin yang diwakili oleh Asisten 1 Setda Dompu, Ir H Fakhruddin, MSI mengungkapkan apresiasinya atas penyelenggaraan kegiatan sosialisasi dan dialog interaktif GenRe Ceria dengan menghadirkan siswa dari berbagai sekolah se Kabupaten Dompu. Pemahaman yang didapat dari kegiatan ini agar disampaikan juga pada siswa lainnya, sehingga Dompu memiliki generasi yang kuat di masa akan datang. “Karena anak – anaklah yang akan menjadi generasi penerus dan pemimpin masa depan,” katanya.

Foto pantomim oleh smk kesehatan salman soal keluarga berencana

Pantomim oleh SMK Kesehatan Salman Dompu soal Keluarga Berencana

Wakil Ketua DPR RI, Dra Hj Ermalena, MHS yang diwakili oleh M. Akri, S.Pdi dalam sambutanya menyampaikan salam hormat Hj. Ermalena yang harus kembali ke Jakarta lebih awal karena ibunya menderita sakit. Ia sebenarnya sudah berkomitmen untuk hadir dan sudah berkomitmen untuk pengembangkan generasi muda. Bahkan belum lama ini, beliau hadir di Kampung KB di Desa Mbawi bersama jajaran pemerintah provinsi dan Kabupaten Dompu. “Beliau sangat berkomitmen, tapi karena keadaanlah sehingga beliau harus kembali lebih awal,” katanya.

  BKKBN NTB Sosialisasikan Pengembangan Program Lini Lapangan di Kampung KB

Foto drama soal bahaya narkoba

Drama soal bahaya narkoba

Pada acara sosialisasi dan dialog interaktif  GenRe Ceria, saatnya yang muda yang berencana di Pondok Pesantren Salman ini dihadiri juga oleh Ketua PN Dompu, Djuyanto, SH, Kasdim 1614/Dompu, Wakil Ketua DPRD Dompu, Sirajuddin, SH, Sekda Dompu, H Agus Bukhari, SH, MSi, Ketua MUI Dompu, Dr (HC) H Abdullah Arsyad, S.Ag dan para siswa dari lintas SMP, MTs, SMA, MA, dan SMK se Kota Dompu.

Berbagai kesenian ditampilkan yang bernuansa bahaya narkoba dan pentingnya perencanaan dalam berkeluarga. Seperti penampilan music perkusi dari SMKN 1 Dompu, akustik dari SMAN 1 Dompu, Bengkel Sastra dari SMAN 1 Dompu, puisi dari siswi SMK Kesehatan Salman, dan Pantomim soal pentingnya keluarga berencana SMK Kesehatan Salman Oo Dompu. (ula/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here