Pemuda, Nakhoda di Era Literasi Bergerak

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi NTB, Julmansyah saat mengunjungi rumah baca Pelita Labangka Sumbawa. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) -Bagi Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi NTB, Julmansyah, S.Hut.,M.Ap, tidak ada yang lebih membangkitkan optimisme selain berbicara dengan kaum muda. Karena itu, bagi dia menghadiri setiap sesi diskusi yang diadakan anak muda, baik kecil atau besar menjadi energi besar yang tak boleh padam.

Energi mulia kaum muda ini jelas dapat dikembangkan sebagai ekspresi organik dari situasi kehidupan dan juga sebagai aspirasi kelas sosial yang ingin melipatgandakan pengaruhnya di dalam masyarakat modern.

Iklan

Karenanya, lanjut Julmansyah, gerakan dan visi transformasi paling memungkinkan disandang gerakan pemuda. “Salah satu ekspresi keterlibatan kaum muda ini dapat ditengok secara empiris dalam pergerakan literasi lima tahun terakhir ini di berbagai sudut rumah Indonesia,” ungkap Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi NTB yang akrab disapa Bang Jul tersebut.
Dengan memilih jalan menjadi nakhoda, menjadi pendobrak, maka kerja-kerja transformasi sosial akan menjadi pekerjaan maha berat yang hasilnya pun tidak langsung bisa dinikmati dalam hitungan tahun atau dekade. “Maka bekerja keraslah sebagai pegiat literasi di zaman bergerak ini,” ajaknya.

Sebagai penutup, politik etis hari ini adalah mengenai bagaimana memberi ruang kebangkitan dunia literasi sebagai konstruksi baru identitas diri (anak muda), menggerakkan transformasi sosial-kultural, menumbuhkembangkan nasionalisme dan agenda berkemajuan. Identitas zaman now dan iman modern itu disebut “literasi”. Inilah revolusi harapan yang layak diperjuangkan. “Salam Literasi,” tutupnya. (r)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional