Pemuda dan Mahasiswa NTB Tolak KAMI

Salah seorang orator, Lutfi dengan tegas menolak KAMI, diikuti ratusan warga lainnya.

Mataram (Suara NTB) – Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) ditolak sejumlah warga NTB yang berorasi di Halaman Masjid Hubbul Wathon, Islamic Centre, pada Selasa, 29 September 2020. Mereka yang terdiri dari pemuda, mahasiswa, pelajar, mahasiswi, dan Laskar Sasak berorasi bergantian menyatakan penolakannya.

Salah seorang orator, Lutfi menegaskan, masyarakat NTB sudah hidup rukun dan damai. Sehingga tidak mau terpecah-pecah, dan apa yang ada sekarang sudah baik. ‘’Kami masyarakat NTB siap menolak kedatangan KAMI,’’ tegasnya yang disambut teriakan ratusan warga dengan meneriakkan siap menolak, secara serempak.

Iklan

Dalam orasinya yang bersemangat, dia menjelaskan bahwa selama ini jangan sampai ada yang terprovokasi oleh pihak-pihak tertentu. Penolakan terhadap KAMI dengan alasan selama ini kehidupan berbangsa sudah berjalan demokratis.

Salah satu Ketua OKP, Rasman juga tak kalah berapi-api berorasi menegaskan semua yang ikut aksi menolak KAMI. ‘’Kita menolak KAMI. Kita juga diporak-porandakan dengan isu yang tidak sesuai dengan realita. Oleh karena itu kita menolak KAMI,’’ tambahnya.

Sementara itu Sekjen Laskar Sasak, Dr. Lalu Wahyudi Zakaria mengatakan, kalau Laskar Sasak juga termasuk yang menolak KAMI. ‘’Sekitar 40 orang Laskar Sasak turun menolak KAMI,’’ jelasnya.

Mengapa Laskar Sasak menolak KAMI, karena kehidupan di Lombok dan NTB sudah aman dan nyaman serta tidak terusik dengan provokasi lain-lain. ‘’Kita ingin keutuhan NKRI ini terjaga utuh, tidak berserak,’’ tegasnya.

Oleh karena itu Laskar Sasak akan selalu tampil untuk menjaga keutuhan Republik tercinta ini. Pihaknya juga tak segan-segan turun dengan jumlah yang lebih banyak lagi untuk aksi menolak KAMI.

Koordinator Umum Aksi menolak KAMI, Ahyar Rosidi mengatakan penolakan ini bukan hanya ikut-ikutan. ‘’Kami telah melakukan kajian sebelumnya sehingga kami menolak tegas,’’ tukasnya.

Sementara itu Ketua DEMA UIN, Hamidi mempertanyakan kelahiran KAMI yang ada di tengah Pandemi Covid 19. ‘’Melihat ancaman di tengah masyarakat, kita menolak deklarasi KAMI di NTB,’’ jelasnya.

Sebagai pemuda yang sadar akan pentingnya NKRI, siap melawan gerakan yang mengancam keberlangsungan negara sesuai dengan amanah yang tertuang dalam Pancasila dan UUD 1945. Penolakan juga dilakukan Aliansi Pemuda NTB, Koordinator aksi, Parwadi menolak keras kelompok yang memecah belah umat di Pulau Seribu masjid. Jika ada yang ingin memecah belah maka akan berhadapan dengannya. (r/*)