Pemprov Targetkan Merger BPR Tuntas 2020

Kepala Biro Perekonomian Setda NTB, H. Wirajaya Kusuma (Suara NTB/nas)

Mataram (Suara NTB) – Pemprov NTB melalui Biro Perekonomian sedang menyiapkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang konsolidasi atau merger delapan PD. BPR NTB. Ditargetkan, merger BPR NTB akan tuntas 2020 mendatang.

‘’BPR ini sedang dalam proses konsolidasi, merger. Kita harapkan dengan konsolidasi, kinerjanya semakin bagus,’’ kata Kepala Biro Perekonomian Setda NTB, Drs. H. Wirajaya Kusuma, MH dikonfirmasi di Mataram, akhir pekan kemarin.

Iklan

Wirajaya menjelaskan, Raperda tentang merger PD. BPR NTB belum dimasukkan ke Program Legislasi Daerah (Prolegda) DPRD NTB. Saat ini masih dilakukan pengkajian dengan tim ahli.

Setelah naskah akademis Raperda merger BPR siap. Baru kemudian Pemprov akan menggelar pertemuan dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Tujuannya untuk meminta masukan, saran dan pendapat mengenai draf Raperda merger BPR tersebut.

‘’Begitu kita anggap siap dan konsultasi dengan Biro Hukum, kemudian dimasukkan nanti ke DPRD. Target waktu untuk bisa konsolidasi itu 2020,’’ jelasnya.

Dia sebenarnya menargetkan merger BPR NTB dapat terwujud 2019 ini. Namun, setelah berdiskusi dengan jajaran direksi PD. BPR NTB yang menjadi tim konsolidasi, ditargetkan merger dapat tuntas 2020. ‘’Kan tim konsolidasi ini dari perwakilan Direksi BPR. Targetnya 2020,’’ tandasnya.

Proses merger delapan PD. BPR NTB pada 2017 lalu sempat terganjal bahkan terjadi persoalan hukum.  Penyiapan IT (Informasi dan Teknologi) menjadi salah satu indikator kesiapan proses merger atau konsolidasi PD. BPR menjadi PT. Bank BPR NTB.

Penyeragaman IT seluruh PD. BPR menjadi tugas pada 2018 lalu. Konsolidasi PD. BPR menjadi PT. Bank BPR merupakan amanat Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No. 94 Tahun 2017 Tentang Pengelolaan BPR milik Pemda.

Jika BPR dimiliki satu entitas pemerintahan maka menjadi Perusahaan Umum Daerah (Perumda). Sedangkan jika BPR dimiliki oleh lebih dari satu Pemda, maka bentuknya Perseroan Terbatas (PT). (nas)