Pemprov Targetkan Dividen BUMD Rp60,79 Miliar

Hj. Sitti Rohmi Djalilah (Suara NTB/nas)

Mataram (Suara NTB) – Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M. Pd mengatakan tidak ada penyertaan modal Pemprov NTB kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) maupun perusahaan swasta dalam APBD Perubahan 2020. Tidak adanya penyertaan modal Pemprov NTB lantaran kondisi keuangan daerah yang diprioritaskan untuk penanganan covid-19.

Namun, pada 2020, Pemprov NTB menargetkan perolehan dividen dari seluruh BUMD sebesar Rp60,79 miliar lebih.

Iklan

“Untuk tahun anggaran 2019 besar deviden yang diperoleh dari BUMD adalah Rp54,17 miliar lebih dan tahun 2020 diperkirakan sebesar Rp60,79 miliar lebih,” kata Wagub dalam rapat paripurna dengan agenda Jawaban Gubernur atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD terhadap nota keuangan dan Raperda tentang perubahan APBD Provinsi NTB Tahun anggaran 2020, Kamis, 27 Agustus 2020 siang kemarin.

Wagub menjelaskan dividen yang diterima Pemprov NTB yang bersumber dari pembagian laba BUMD, dari tahun ke tahun, selalu mengalami fluktuasi. Sesuai dengan kondisi perusahaan dan situasi perekonomian. Selama tiga tahun terakhir, dividen yang diperoleh dari BUMD, rata-rata bisa mencapai 80 persen dari target. Dengan capaian rata-rata per tahun sebesar 58,42 miliar lebih.

Sementara, proyeksi penerimaan dividen dari BUMD tahun anggaran 2021 mendatang, kata Wagub, sedikit menurun menjadi Rp38,36 miliar lebih. “Hal ini terutama disebabkan adanya dampak dari pandemi Covid-19,” jelasnya.

Rohmi mengatakan, Pemprov selaku pemegang saham pengendali, melalui Biro Perekonomian dan Bappenda NTB, selalu mengadakan evaluasi terhadap kinerja BUMD yang ada. Penerimaan dividen dari BUMD, tetap dievaluasi secara periodik. Agar BUMD lebih berperan dalam menggerakkan perekonomian dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Ia membeberkan besar penyertaan modal Pemprov NTB pada BUMD dan perusahaan swasta sampai 2019 lalu. Penyertaan modal Pemprov NTB pada PT. Bank NTB Syariah sebesar Rp334,21 miliar lebih atau 43,35 persen dari total penyertaaan modal.

Kemudian, penyertaan modal di PT. Jamkrida NTB Bersaing sebesar Rp27 miliar atau 83,08 persen dari total penyertaan modal. Selanjutnya, penyertaan modal di PD. BPR NTB sebesar Rp78,66 miliar lebih atau 52,81 persen dari total penyertaan modal.

Selain itu, penyertaan modal ke PT. Gerbang NTB Emas (GNE) sebesar Rp19,97 miliar lebih atau 99,85 persen dari total penyertaan modal. Dan penyertaan modal pada perusahaan swasta sebesar Rp400 juta. Masing-masing sebesar Rp200 juta untuk PT. Askrida dan PT. Suara Nusa Media Pratama.

Wagub menjelaskan, penyertaan modal pada PT. GNE dan PD. BPR NTB, sudah terpenuhi sesuai pagu. Karena itu telah dilakukan perubahan Perda, untuk PT. GNE dan PD. BPR NTB. Sedangkan pada PT. Jamkrida NTB Bersaing dan PT. Bank NTB Syariah belum terpenuhi pagu. (nas)