Pemprov Sisir Tiga Investasi Besar Mangkrak di NTB

H.Mohammad Rum (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Investasi yang mangkrak menjadi atensi Kementerian Investasi yang baru saja dibentuk Pemerintah Pusat. Pemprov NTB sendiri sedang menyisir tiga investasi besar yang mangkrak di daerah ini.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB, Ir. Mohammad Rum, M.T., mengatakan, pihaknya sudah menerima surat dari salah satu direktur di Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI, yang sekarang menjadi Kementerian Investasi. Dalam surat tersebut, Pemda diminta memilih enam investasi mangkrak akibat pandemi Covid-19 di luar sektor pariwisata.

Iklan

‘’Ternyata setelah kami lihat, investasi yang besar-besar mangkrak itu cuma ada tiga saja yang kita sasar,’’ sebut Rum dikonfirmasi Suara NTB, Kamis, 29 April 2021.

Rum menyebutkan, dua dari tiga investasi besar yang mangkrak di NTB. Yaitu, investasi pabrik pengolahan ikan bertaraf internasional milik Bali Seafood International (BSI) di Kabupaten Sumbawa. Kemudian, investasi sektor pertambangan PT. Indotan Lombok Barat Bangkit (ILBB) di Sekotong Lombok Barat. ‘’Satu lagi saya lupa,’’ kata Rum.

Sebagaimana diketahui, dalam pembangunan pabrik pengolahan ikan di Teluk Santong Sumbawa, Pemprov NTB ada kerja sama pemanfaatan lahan dengan PT. BSI yang ditandatangani 2013 lalu. Investor tersebut membangun pabrik pengolahan ikan di Teluk Santong pada lahan Pemprov seluas 2 hektare.

Namun, pada 31 Desember 2019, investor tersebut bersurat ke Pemprov bahwa mereka berhenti beroperasi sementara dengan alasan mencari mitra bisnis.

Sementara terkait dengan investasi PT. ILBB di Sekotong, Pemprov NTB sudah memanggil manajemen perusahaan tersebut akhir 2020 lalu. PT. Indotan Lombok Barat Bangkit (ILBB) merencanakan produksi emas perdana di tambang Sekotong Lombok Barat (Lobar) pada kuartal ketiga 2023.

Sesuai rencana kegiatan yang disampaikan ke Pemprov NTB melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Indotan akan merekrut sebanyak 1.250 karyawan pada 2021 dan 2022.

Sesuai rencana kegiatan yang disampaikan, kata Rum, pada triwulan IV 2021, Indotan akan merekrut 250 tenaga kerja. Perekrutan karyawan untuk kegiatan infrastruktur. Sedangkan pada 2022, tenaga kerja yang direkrut cukup banyak, yaitu sebanyak 1.000 orang. Perekrutan karyawan ini untuk kegiatan operasi produksi.

Sedangkan pada 2023, Indotan merencanakan sudah mulai melakukan penambangan waste. Sekitar bulan Juli sudah mulai drilling dan blasting penambangan ore atau bijih emas.

Selain itu juga direncanakan pengolahan ore di pabrik pengolahan emas yang dibangun. Dan mulai kuartal ketiga 2023, produksi emas perdana. Ia menambahkan, PT. ILBB sudah mendapatkan Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPkH) untuk operasi produksi bahan galian emas DMP seluas 172,51 hektare di area prospek Pelangan.

PT. ILBB merupakan PMA yang kepemilikan sahamnya atas nama PT.LTD Singapore. Namun pemilik saham 100 persen adalah PT. Ankora. Kedepannya akan diproses untuk ubah status menjadi PMDN.

Selain menyisir tiga investasi besar tersebut, Rum mengatakan pihaknya juga akan menyisir Hak Guna Bangunan (HGB) yang banyak ditelantarkan investor. Dikatakan, banyak HGB yang mangkrak atau tidak ada realisasi pembangunan di lapangan.

“Terutama di Pulau Sumbawa itu banyak sekali HGB yang nganggur, yang hanya punya HGB tetapi mereka tidak melakukan eksekusi pembangunan,” kata Rum.

Sementara banyak investor lainnya yang serius tidak bisa masuk karena HGB masih dipegang investor lama. Menurutnya, hal itu sangat merugikan daerah.

“Saya sudah silaturahmi dengan Kepala Kanwil BPN NTB, beliau sangat setuju. Kita akan bersama-sama menginventarisir. Apalagi sesuai amanat UU yang baru, ada kewenangan bupati/walikota dan gubernur memberikan teguran kepada pemegang HGB yang nganggur,” katanya.

Jika mereka tidak sanggup, lebih baik HGB tersebut diserahkan lagi. Dan diberikan ke investor yang benar-benar serius untuk membangun. “Dalam arti yang betul-betul memiliki modal,” ujarnya.

Rum menambahkan, tahun ini NTB diberikan target realisasi investasi sebesar Rp12 triliun dari Rp900 triliun target secara nasional. Ia mengaku optimis target tersebut akan bisa tercapai.

“Makanya saya mau tertibkan HGB-HGB ini. Sekarang, kita sudah dapat Rp3,3 triliun pada triwulan I 2021. Itu melewati tahun sebelumnya,” sebutnya. (nas)

Advertisementfiling laporan pajak ucapan idul fitri ucapan idul fitri Jasa Pembuatan Website Profesional