Pemprov Siapkan Strategi Atasi Kekurangan Dokter Spesialis

Ilustrasi tenaga medis. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Pemprov NTB menyiapkan strategi untuk mengatasi kekurangan dokter spesialis. Dalam rekrutmen CPNS beberapa tahun terakhir, formasi tenaga kesehatan untuk jabatan dokter spesialis sering tidak terisi karena tak ada pelamarnya.

Kepala Bidang Informasi Kepegawaian BKD NTB, Drs. Syamsul Buhari, P.Si., M.Kes, mengatakan dokter spesialis enggan menjadi PNS karena insentif dan fasilitas yang diterima  minim dibandingkan bekerja bukan sebagai PNS atau swasta.

Iklan

“Contoh sekarang dia bekerja di Surabaya, belum jadi PNS, dia mendapatkan sebulan Rp200 juta. Tapi kalau jadi PNS, gajinya ndak sampai Rp5 juta,” ujar Syamsul dikonfirmasi Suara NTB, Selasa, 10 November 2020.

Untuk menarik minat dokter spesialis mendaftar sebagai CPNS, perlu ada kebijakan dari Pemda. Apakah berani memberikan insentif dan fasilitas lain yang memadai. “Kalau kita berani memberikan insentif, misalnya berani memberikan Rp50 juta uang duduk dan fasilitas lain, mau dia,” katanya.

Setiap rekrutmen CPNS Pemprov NTB, kata Syamsul, banyak yang tidak terisi. Sedangkan untuk formasi dokter umum, selalu terisi. Untuk itu, langkah strategis yang akan dilakukan adalah dengan mengangkat dokter umum. Kemudian disekolahkan menjadi dokter spesialis sesuai dengan kebutuhan di NTB.

“Sambil jalan nanti juga akan meminjam dari Universitas yang ada jurusan dokter spesialis yang kita butuhkan. Ada program wajib kerja bagi calon dokter spesialis, yang disebut dokter residen,” ucapnya.

Sebagaimana diketahui, formasi dokter spesialis yang tidak terisi  karena tak ada pelamarnya dalam rekrutmen CPNS Pemprov NTB 2019 cukup banyak. Antara lain satu formasi dokter gigi di RS. H. L. Manambai, 2 formasi dokter spesialis anak, masing-masing satu formasi di RSJ Mutiara Sukma dan RS. HL. Manambai.

Kemudian, masing-masing satu formasi dokter spesialis anastesi di Dinas Kesehatan NTB, dokter spesialis bedah, dokter spesialis bedah saraf, dokter spesialis jantung. Dokter spesialis kandungan, dokter spesialis kulit dan kelamin, dokter spesialis mata. Dokter spesialis paru dan dokter spesialis patologi dan anatomi di RS. HL. Manambai.

Selanjutnya, formasi dokter spesialis penyakit dalam di RSJ Mutiara Sukma, dokter spesialis radiologi di RS. HL. Manambai dan RS Mata NTB. Kemudian dokter spesialis rehab medik di RSJ Mutiara Sukma, dokter spesialis saraf di RSJ Mutiara Sukma dan RS. HL. Manambai. Dokter spesialis THT, dokter spesialis urologi dan psikologi klinis di RS. HL. Manambai. (nas)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional