Pemprov Siapkan ‘’Rumah Sakit’’ bagi OPD Lelet

Wedha Magma Ardhi (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Tahun depan, Pemprov akan menyiapkan ‘’rumah sakit’’ bagi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang lelet  mengeksekusi program dan kegiatan. Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M.Sc, telah memerintahkan widyaiswara di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) untuk membantu kinerja OPD dari aspek kompetensinya.

‘’Nanti akan dilihat mana OPD-OPD yang sakit, OPD yang lelet. Misalnya yang progresnya jeblok akan masuk ‘’rumah sakit’’. Widyaiswara yang akan memperbaiki nanti. ‘’Rumah sakit’’ OPD ini Insya Allah ada  tahun depan,’’ kata Kepala BPSDMD NTB, Ir. Wedha Magma Ardhi, M.TP dikonfirmasi Suara NTB, Jumat, 13 November 2020.

Iklan

Ia mengatakan, widyaiswara BPSDMD NTB sekarang tidak hanya di kelas. Tetapi juga harus bisa menjadi mentor dan coach OPD. ‘’Ini juga direktif Pak Gubernur, yaitu widyaiswara BPSDMD harus bisa membantu kinerja OPD terkait aspek kompetensi,’’ imbuhnya.

Ia mencontohkan seperti beberapa waktu lalu ada tujuh OPD lingkup Pemprov NTB yang lelet dalam menyelesaian analisis jabatan (Anjab). Sehingga, widyaiswara BPSDMD NTB turun mendampingi tujuh OPD tersebut.

‘’Sekarang ada diklat widyaiswara dalam rangka pendamingan A3 berbasis Balance Scorecard (BSC). Widyaiswara akan mendampingi OPD dalam hal pencaaian A3 dan kerangka kerja logis,’’ terang Mantan Kepala Bappeda NTB ini.

Ardhi mengatakan, tugas widyaiswara sekarang jauh lebih berat. Karena mereka sangat dibutuhkan dalam membentuk ASN yang kompeten. ‘’Widyaiswara akan menjadi ‘’dokter’’ OPD. Nanti akan dibikin ‘’rumah sakit’’ OPD,’’ tandasnya.

Ia menyebut saat ini jumlah widyaiswara sebanyak 29 orang. Terdiri dari widyaiswara ahli utama 11 orang, widyaiswara ahli madya 12 orang, wisyaiswara ahli pertama 4 orang dan widyaiswara muda 2 orang. (nas)

Advertisement ucapan idul fitri ucapan idul fitri ucapan idul fitri Jasa Pembuatan Website Profesional