Pemprov Siapkan 100 Hektare untuk Kawasan Industri Halal

H.Zulkieflimansyah (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc., memastikan kesiapan lahan untuk pembangunan dua kawasan industri halal (KIH). Pemprov menyiapkan lahan masing-masing seluas 50 hektare di daerah Sekotong, Lombok Barat dan Desa Tumpak, Lombok Tengah.

Gubernur mengatakan, NTB memiliki positioning sebagai daerah wisata halal terbaik di dunia. Sehingga, Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersama Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah datang ke NTB untuk membahas tentang penyiapan kawasan industri halal di daerah ini.

Iklan

‘’Tentu, MUI juga ingin berpartisipasi. Lahan di NTB tidak terlampau susah (sulit). Kalau MUI mau terlibat secara intensif. Kita siap menyediakan lahan,’’ ujar Gubernur dikonfirmasi di Mataram, Senin, 27 September 2021.

Untuk pelaku di kawasan industri halal yang akan dibangun di NTB, Gubernur mengatakan masih sedang didiskusikan.  ‘’Ini masih dalam tahap pembicaraan. Memang idenya ada. Tapi kita mau konkretnya seperti apa,’’ kata Gubernur.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perindustrian (Disperin) NTB, Hj. Nuryanti, S.E., M.E., membenarkan Pemerintah Pusat akan mengembangkan dua kawasan industri halal di NTB. Lokasinya di Lombok Barat dan Lombok Tengah.

Untuk kawasan industri halal di Lombok Barat, rencananya akan dibangun di Dusun Tempoal Desa Buwun Mas Sekotong. Sedangkan untuk kawasan industri halal di Loteng, rencananya di Tumpak. Dengan anggaran sebesar Rp500 miliar mulai tahun depan dalam  tiga tahap perencanaan.

Dengan adanya kawasan industri halal ini, akan menjadi peluang besar bagi pelaku industri yang harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Produk olahan pangan yang dihasilkan dari kawasan industri halal akan menjadi salah satu jaminan pasar bagi para wisatawan domestik dan mancanegara yang akan melakukan aktivitas di NTB.

Hal ini akan semakin memperkuat branding NTB sebagai salah satu wilayah di Indonesia yang mengembangkan  halal tourism dalam aktivitas wisatanya. Namun, kawasan industri halal bukan hanya untuk mengeluarkan produk olahan pangan.

Tetapi juga akan menjadi sebuah pilot project hulu – hilir sektor industri di NTB dengan konsep halal. Mulai dari proses bahan bakunya, proses produksinya, sampai hasil akhir produknya

Lokasi pembangunan dua kawasan industri halal tersebut disiapkan di wilayah hutan produksi. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB, Ir. Madani Mukarom, B.Sc.F., M. Si., menjelaskan lokasi pembangunan kawasan industri halal di Sekotong akan berada di kawasan industri pengolahan sampah.

Di mana, saat ini sudah berdiri pabrik pengolahan limbah medis. Lahan untuk kawasan industri yang disiapkan di sana seluas 147 hektare. Untuk kawasan industri halal, akan disiapkan lahan seluas 50 hektare.

Sementara di Tumpak Lombok Tengah, juga disiapkan lahan seluas 50 hektare yang berada di kawasan hutan produksi. “Lahannya sudah siap. Tinggal kita proses ke Kementerian LHK izin pinjam pakainya untuk industri. Totalnya 100 hektare untuk dua lokasi itu,” sebut Madani.

Untuk mengurus izin pinjam pakai hutan menjadi kawasan industri, kata Madani harus dilengkapi dengan dokumen Amdal. Lokasi pengembangan kawasan industri halal yang berada di Sekotong Lombok Barat sedang dalam proses Amdal. Sedangkan untuk yang berada di Tumpak Lombok Tengah, Amdalnya belum berproses.

‘’Karena dalam pengajuan izin pinjam pakai lahan hutan itu disyaratkan Amdal. Duluan yang di Lombok Barat kita akan ajukan pada  Oktober mendatang,” tandas Madani. (nas)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional