Pemprov Rencanakan Bangun Hub UMKM Sambut MotoGP 2021

H. Ridwan Syah (Suara NTB/nas)

Mataram (Suara NTB) – Sebagai tindaklanjut atas penandatangan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) anatara Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, S.E., M. Sc dan Gubernur Jawa Barat (Jabar), H. Ridwan Kamil. UMKM-UMKM kreatif NTB akan dikirim magang ke Jabar.

Di sisi yang lain, Pemprov NTB melalui Dinas Perdagangan NTB akan membangun hub UMKM di luar Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika menyambut MotoGP 2021. Hub UMKM ini diharapkan dapat menjadi tempat atau lokasi UMKM-UMKM lokal memasarkan produk kreatifnya pada saat diselenggarakannya event MotoGP.

Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Setda NTB, Ir. H. Ridwan Syah, M.M., M.TP., yang dikonfirmasi Suara NTB, Jumat, 18 Desember 2020 mengatakan ada lima sektor yang akan dikerjasamakan dengan Jabar. Yaitu, sektor pariwisata, perindustrian, perdagangan, pendidikan dan penanaman modal.

“Tentu kita akan ingin, tak sebatas MoU. Apalagi, MotoGP ini adalah momentum yang akan mengimpelemntasikan semua kesepakatan itu sebagai titik awal. Oleh karenanya, tindaklanjutnya, rombongan besar gubernur Jabar dan kepala OPD sedang membuat action plan yang akan dilanjutkan dengan perjanjian kerja sama. Untuk mendetailkan apa-apa yang disepakati,” kata Ridwan.

Terutama dalam waktu singkat  ini melakukan pelatihan dan magang bagi UMKM-UMKM yang ada di NTB ke Jabar. Ia menjelaskan akan ada tim untuk industri kreatif dari Jawa Barat yang akan melatih UMKM NTB. Kemudian, UMKM-UMKM NTB  akan magang ke Jabar.

“Selain pelatihan dan magang, Pemprov Jabar juga menyanggupi untuk menyekolahkan anak muda NTB di perguruan tinggi di Bandung terkait Sains,” ungkapnya.

Jabar juga membantu NTB membuat aplikasi yang nanti bisa dimanfaatkan bersama. Termasuk bagaimana Jabar bisa menampung produk hasil UMKM NTB.  Karena jumlah penduduk Jabar 10 kali lipat penduduk NTB dan dua kali Australia, yaitu sekitar 50 juta jiwa.

“Ini adalah potensi pasar yang sangat besar untuk memasarkan produk UMKM. Termasuk juga sepeda listrik, kita juga akan pasarkan di Jabar. Oleh karena itu, NTB dan Jabar akan membentuk Komite Kreasi NTB – Jabar yang akan memastikan semua kerja sama ini,” terangnya.

Mantan Kepala Bappeda NTB ini mengatakan event MotoGP akan berlangsung lama, bukan satu tahun. Sehingga menjadi pasar yang potensial untuk produk-produk UMKM lokal.

UMKM lokal diberikan ruang sebesar-besarnya pada saat event MotoGP. Tidak saja di dalam tetapi juga di luar KEK Mandalika. Sehingga, Pemprov melalui Dinas Perdagangan merencanakan membuat hub UMKM.

“Dinas Perdagangan merencanakan akan membuat hub, semacam rest area atau tempat tertentu di luar KEK Mandalika. Sehingga sebelum mereka (penonton MotoGP) masuk, mereka membeli suvenir, cinderamata, oleh-oleh yang menjadi  kebutuhannya. Begitu juga dia pulang,” katanya. (nas)