Pemprov Pesan 2.133 Mesin dan Peralatan Produksi IKM Lokal

Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah saat meninjau mesin dan alat yang dihasilkan oleh IKM permesinan lokal di STIPark Banyumulek beberapa waktu lalu. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Pemprov NTB memesan sebanyak 2.133 unit mesin dan peralatan yang diproduksi oleh Industri Kecil Menengah (IKM) logam dan permesinan lokal di daerah ini. Di tengah pandemi Covid-19, IKM logam dan permesinan diharapkan tetap berproduksi melalui program  stimulus ekonomi yang dibuat Pemprov NTB.

‘’Jumlah pesanan mesin dan alat sebanyak 2.133 unit. Sekarang IKM sedang sibuk-sibuknya mengerjakan pesanan ini,’’ kata Direktur Science Technology and Industrial Park (STIPark) NTB, M. Khaerul Ihwan, MT dikonfirmasi Suara NTB, Selasa, 9 Juni 2020.

Iklan
Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah saat meninjau mesin dan alat yang dihasilkan oleh IKM permesinan lokal di STIPark Banyumulek beberapa waktu lalu. (Suara NTB/ist)

Ia menyebutkan, IKM permesinan yang ada di NTB sekarang sudah mampu memproduksi 120 jenis mesin dan alat. Untuk pemesanan 2.133 unit mesin dan alat produksi IKM lokal tersebut, Pemprov NTB mengalokasikan anggaran sebesar Rp17,36 miliar lebih.

Ia menyebut ada delapan sentra IKM logam dan permesinan yang menjadi sasaran. Meliputi sentra Logam Getap dan Babakan  di Kota Mataram, Sentra Logam  Labuapi, Sentra Logam Lembar dan sekitarnya dan  Sentra Gunung Sari dan sekitarnya di Lombok Barat.

Kemudian Sentra Logam Praya dan sekitarnya di Lombok Tengah, Sentra Logam Lenek Aikmel dan sekitarnya, Sentra Logam Selong – Pancor dan sekitarnya dan Sentra Logam Kotaraja dan Sekitarnya yang berada di Lombok Timur.

‘’Terlibat di dalamnya 10 IKM Mitra yang menjadi IKM Induk dan 10 SMK Permesinan,’’ jelas Ihwan.

Pesanan mesin dan alat olahan tersebut tersebar di sembilan OPD teknis. Yakni, Dinas Pertanian dan Perkebunan, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan. Kemudian Dinas Perindustrian, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perdagangan, Dinas Koperasi dan UKM serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kependudukan dan Catatan Sipil (DPMPD Dukcapil) NTB.

Ihwan menjelaskan, STIPark NTB nantinya melakukan quality control atas produk yang dihasilkan IKM. Ini fokus bekerjasama dengan IKM dalam hal teknis sistem produksi. IKM yang terlibat dalam kegiatan ini adalah IKM yang sudah  terverifikasi secara teknis. Kemudian memiliki tempat, memilik kapasitas kompetensi, memiliki karyawan dan SDM yang memadai, dan dukungan alat mesin sistem produksi yang baik.

‘’Banyak pihak yang terlibat, termasuk suplier material, toko suku cadang dan toko penjual mesin penggerak. Dengan stimulus ini, kami berharap berdampak signifikan pada sektor konstruksi, logam dan permesinan termasuk dampak ikutannya dalam hal serapan tenaga kerja, ekonomi sentra dan daerah,’’ tandasnya.

Sebagaimana diketahui, Pemprov NTB menyiapkan anggaran sebesar Rp926 miliar untuk penanganan dampak Covid-19. Untuk penanganan dampak ekonomi disiapkan anggaran sebesar Rp310 miliar. Sebesar Rp86,33 miliar berupa belanja tidak langsung dan Rp223,67 miliar untuk belanja langsung. (nas)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional