Pemprov Percepat Pengerjaan Jembatan di Lombok dan Sumbawa

Pengerjaan proyek Jembatan Marongge di Kecamatan Sakra Lombok Timur. Jembatan penghubung di ruas jalan Keruak - Pancor ini ditargetkan rampung Desember mendatang. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Pemprov NTB melalui Dinas PUPR mempercepat pengerjaan sejumlah proyek pembangunan jembatan di Pulau Lombok dan Sumbawa. Proyek pembangunan jembatan dan jalan di Pulau Lombok dan Sumbawa sebagian dibiayai lewat dana pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) senilai Rp250 miliar.

‘’Yang kita percepat adalah pekerjaan jembatan. Karena memang pekerjaan jembatan itu, dia spesifik. Dia (kontraktor) bekerja di bawah air, nunggu kering dulu baru dipasang konstruksinya,’’ kata Kepala Dinas PUPR NTB, Ir. H. Ridwan Syah, M.M., M.Sc., M.T.P., dikonfirmasi di Mataram, Senin, 18 Oktober 2021.

Iklan

Ridwan optimis pekerjaan proyek jembatan dapat tuntas Desember mendatang. Sedangkan pekerjaan proyek jalan bisa tuntas November.

Mantan Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda NTB ini mengatakan ada satu proyek pengerjaan jembatan yang cukup besar di Rabasalo Bima yang agak terlambat karena persoalan teknis. Namun, ia menyebutkan progres fisik pengerjaan Jembatan Rabasalo sudah di atas 50 persen pada pertengahan Oktober ini.”Saya hitung mungkin Desember selesai,” katanya.

Selain itu, kata Ridwan ada juga pengerjaan pembangunan jembatan di Korleko dan Sakra Lombok Timur. Jembatan Marongge di Kecamatan Sakra Lombok Timur, menghubungkan ruas jalan jurusan Keruak – Pancor dilakukan pelebaran.

“Pekerjaan jembatan di Lotim juga bisa dikejar. Karena yang di Lotim, Jembatan Marongge hanya pelebaran. Sedangkan Jembatan Korleko jembatan baru, tapi konstruksinya tidak terlalu sulit,” ucapnya.

Secara keseluruhan, kata Ridwan, progres pengerjaan 13 paket proyek jalan dan jembatan yang dibaiayai lewat dana PEN sebesar Rp250 miliar telah mencapai 50 persen. Sebanyak 13 paket pekerjaan pembangunan jalan dan jembatan tersebut ditargetkan tuntas Desember mendatang.

Ke-13 paket proyek konstruksi jalan dan jembatan tersebut sepanjang 85,49 km yang ditangani lewat PEN Daerah senilai Rp250 miliar dan Rp368,114 miliar menggunakan APBD. Total anggaran yang dibutuhkan untuk penanganan 13 paket konstruksi jalan dan jembatan tersebut sebesar Rp618,114 miliar lebih. (nas)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional