Pemprov NTB Usulkan Penerbitan NIP CPNS Baru

Kepala BKD NTB H. Fathurrahman (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Pemprov NTB telah merampungkan pemberkasan 380 CPNS baru yang merupakan hasil seleksi 2018 lalu. Pemprov tinggal mengusulkan penerbitan Nomor Induk Pegawai (NIP), tetapi masih menunggu SK Gubernur mengenai penetapan 380 CPNS baru tersebut.

‘’Untuk provinsi, khususnya di kita (Pemprov NTB)  seluruh tahapan sudah dilakukan termasuk dengan pemberkasan yang terakhir kemarin. Dan ujungnya nanti penetapan SK gubernur terkait dengan 380 orang itu,’’ kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB, Drs. H. Fathurrahman, M. Si dikonfirmasi di Kantor Gubernur, Senin, 21 Januari 2019 siang.

Iklan

Ia menjelaskan, pemberkasan CPNS baru Pemprov NTB lebih awal tuntas. Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PANRB) telah memberikan batas waktu pemberkasan sampai akhir Februari mendatang. Namun, Pemprov NTB telah merampungkan pemberkasan pertengahan Januari ini.

Dengan rampungnya pemberkasan bagi 380 CPNS baru tersebut, maka Pemprov akan mengusulkan seluruh berkas dan SK penetapan dari gubernur ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk penerbitan NIP. Para abdi negara ini akan mulai masuk bekerja Maret mendatang. Namun terlebih dahulu akan dilakukan prajabatan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) NTB.

‘’Ndak ada kendala dalam pemberkasan, seluruhnya clear and clean. Tinggal menunggu NIP saja. Kalau prajabatan sudah disiapkan oleh BPSDM,’’ terangnya.

Fathur mengatakan, usulan penerbitan NIP bagi 380 CPNS baru ke BKN setelah SK penetapan ditandatangani gubernur. Saat ini, SK penetapan 380 CPNS baru Pemprov NTB tersebut masih sedang dilakukan harmonisasi di Biro Hukum Setda NTB.

‘’Dikirim ke pusat, masih menunggu tandatangan Pak Gubernur. Sedang harmonisasi di Biro Hukum SK-nya,’’ pungkasnya.

Hasil validasi Panselnas,  jumlah formasi CPNS 2018 untuk Pemprov NTB yang tak terisi 53 formasi. Dari 433 formasi yang diperoleh Pemprov  tahun 2018  sebanyak 380  formasi yang terisi. Sisanya, 53  formasi lowong.

Formasi yang tak terisi tersebut, terdiri dari tenaga kesehatan dan tenaga pendidik atau guru. Untuk tenaga kesehatan sebanyak 43 formasi. Dengan rincian 37 dokter spesialis ahli pertama, 1 orang doker  gigi, sanitarian ahli pertama 1 orang, sanitarian terampil 1 orang, teknis elektromedis ahli pertama 1 orang, teknisi transfusi darah 2 orang.

Kemudian untuk formasi tenaga guru sebanyak 9 orang. Dengan rincian guru Agama Katholik ahli pertama dan guru nautika kapal penangkap ikan ahli pertama 8 orang. (nas)