Pemprov NTB Segera Lakukan Diagnosa Investasi yang Batal

Dr. Ir. H. Amry Rakhman, M.Si. (Suara NTB/nas)

Mataram (Suara NTB) – Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB akan melakukan diagnosa cepat terkait batalnya triliunan rupiah investasi di NTB pada 2019 lalu. Kepala DPMPTSP NTB, Dr. Ir. H. Amry Rakhman, M.Si mengatakan ia akan melakukan konsolidasi internal dan koordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

‘’Diagnosa harus cepat, analisis situasi dan kondisinya. Sehingga dalam sebulan ini kita sudah bisa petakan apa yang sudah kita capai, hambatan, permasalahan apa yang muncul,’’ kata Amry dikonfirmasi Suara NTB, akhir pekan kemarin.

Ia menjelaskan, akan melihat lebih dalam investasi-investasi yang batal terealisasi tahun lalu. Baik itu investasi yang berkaitan dengan kerjasama pemanfaatan aset Pemprov dengan pihak ketiga. Maupun investasi lainnya.

Sebagai Kepala DPMPTSP NTB yang baru saja menjabat, Amry mengatakan pada minggu pertama ia akan melakukan konsolidasi internal. Melakukan evaluasi apa yang telah dilakukan selama ini oleh DPMPTSP. Termasuk di dalamnya mengevaluasi izin-izin investasi yang sudah masuk ke NTB.

‘’Kita lakukan evaluasi cepat. Siapa orangnya, apa aktivitasnya, sudah berlangsung sampai mana, apa yang sudah dicapai, apa yang belum dicapai,’’ jelasnya.

Minggu kedua, pihaknya akan melakukan koordinasi secara horizontal bersama perangkat lain yang terkait. Karena investasi berkaitan dengan sektor lain atau OPD dan lembaga lain. Kemudian pada minggu ketiga sudah bisa dilakukan cek lapangan.

‘’Apa yang sudah kita pahami secara regulasi, aturan, administrasi. Benar ndak dia sudah terjadi di lapangan. Kalau ada kesenjangan harus dicari titik temunya segera. Supaya antara apa yang kita harapkan dengan apa yang senyatanya terjadi, ini bisa bersinergi kita lakukan percepatan,’’ tandas mantan Kepala Bappeda KSB ini.

Diketahui, selama 2019, Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal DPMPTSP NTB melakukan penelusuran berdasarkan database investor yang diberikan oleh Badan Koordinasi dan Penanaman Modal (BKPM) RI kepada ratusan  perusahaan. Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal DPMPTSP NTB menyebutkan, ada  beberapa kategori investor. Kategori hijau adalah investor yang on the track investasinya. Telah berproduksi komersil, laporan LKPM lancar, ada juga yang tengah konstruksi. Sementara investor yang masuk kategori merah adalah investor-investor yang batal investasinya,  belum melakukan konstruksi dengan berbagai macam alasan.

Dari total 156 perusahaan yang ditelusuri,  18 perusahaan batal investasi, 19 perusahaan tidak diketahui keberadaannya, 8 perusahaan belum memiliki lahan, 34 perusahaan belum konstruksi (hanya memiliki lahan), 6 perusahaan konstruksinya terhenti, 5 perusahaan operasinya terhenti.

Selain itu, 6 perusahaan tahap konstruksi, tidak tertib/tidak pernah LKPM, 12 perusahaan tahap konstruksi tertib LKPM, 19 perusahaan produksi komersil tidak tertib/tidak pernah LKMP dan 29 perusahaan produksi komersil tertib LKPM.

Secara keseluruhan, rencana investasi asing tahun 2019 senilai Rp11,327.923.864.114 (menggunakan acuan 1 dolar Amerika = Rp13.500). Investasi kategori hijau Rp3.152.636.901.414, kategori kuning Rp4.932.265.762.700 dan kategori merah Rp3.243.021.200.000. (nas)