Pemprov NTB Sayangkan Distribusi Beras untuk KPM PKH Tersendat

Abdul Muis menunjukkan beras-beras untuk bansos KPM PKH yang menumpuk di gudang Dasan Cermen.(Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Pemprov NTB menyayangkan terlambatnya pendistribusian beras untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) Kementerian Sosial RI. Padahal, pelaksanaannya berjalan hampir dua bulan. Negara hadir dalam mengatasi dampak Pandemi Covid-19. Pemerintah menggelontorkan  berbagai jenis program bantuan sosial (Bansos) kepada masyarakat berpenghasilan rendah.

Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB, H. Ahsanul Khalik, S. Sos, MH., menyebut, berdasarkan data PKH Bulan Juli 2020, 339.588 KPM akan mendapatkan masing-masing 15 Kg beras medium. Dalam sebulan, kebutuhannya 5.093 kg harus didistribusikan. Bansos ini diberikan selama tiga bulan. Agustus sampai Oktober 2020 ini. Penyediaan berasnya diserahkan kepada Perum Bulog. Seharusnya, sampai saat ini seluruh KPM sudah menerimanya.

Iklan

“Kemensos memakai transporter dari pihak ketiga yang tidak memiliki kemampuan untuk wilayah NTB. Ini sangat disayangkan. Apalagi September mau berakhir,” kata mantan Kepala BPBD Provinsi NTB ini. Beras ini harusnya terdistribusi cepat di tengah kesulitan ekonomi dan kebutuhan masyarakat. Ditemui terpisah, Pemimpin Wilayah (Pimwil) Perum Bulog Provinsi NTB, Abdul Muis mengatakan, Perum Bulog sudah menyiapkan kebutuhan untuk beras KPM PKH ini. Beras-berasnya sudah dikemas dan tertumpuk di gudang Bulog, di Dasan Cermen.

Muis juga mengharapkan agar secepatnya beras-beras ini diterima oleh yang memiliki hak. Ia juga menyayangkan distribusinya tersendat. Perum Bulog menurutnya berperan sebagai penyedia beras dan melakukan pengemasan. Biasanya, Bulog yang mendistribusikan hingga ke KPM. “Tugas kami menyediakan beras sesuai kualitasnya. Seuai kuantitasnya. Dan kami turunkan sampai di pintu gudang. Dari pintu gudang, sampai ke KPM, didistribusikan oleh pihak ketiga, namanya GNR,” jelas Muis.

Oleh karena itu, seluruh tanggung jawab pendistibusian hingga ke KPM, tidak bisa dituntut kepada Perum Bulog. Muis bersama jajarannya, Rabu, 23 September 2020 juga meminta dipersaksikan beras-beras yang sudah siap angkut di gudang Dasan Cermen. Kualitasnya juga ditunjukkan secara acak. Seluruhnya adalah beras yang diserap dari petani di NTB. Kualitas berasnya sesuai pesanan. September ini seharusnya sudah terdistribusi dua kali. Namun untuk pendistribusian bulan ini dilaksanakan sekaligus dua bulan. (bul)