Pemprov NTB Prioritaskan Tenaga Dokter Spesialis

Sekda NTB, H. Rosiady H. Sayuti (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PANRB) akan segera membuka rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Meskipun rencananya gaji P3K akan dibebankan kepada pemerintah daerah. Namun Pemprov akan tetap melakukan rekrutmen P3K sesuai kebutuhan.

Sekda NTB, Ir. H. Rosiady H. Sayuti, M. Sc, Ph.D yang dikonfirmasi di Mataram pekan kemarin mengatakan, saat ini Pemda diminta oleh Kemen PANRB dan BKN untuk mengusulkan formasi P3K ke pemerintah pusat.

Iklan

‘’Paling cepat kita akan akomodir (rekrutmen P3K) dalam APBD Perubahan,’’ kata Sekda.

Dalam rekrutmen P3K, nantinya Pemprov akan menyesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran yang dimiliki. Menurut Sekda, ada jabatan-jabatan fungsional tertentu yang masih sangat dibutuhkan Pemprov NTB, seperti dokter spesialis.

‘’Ada jabatan-jabatan fungsional tertentu yang kita butuhkan. Seperti dokter spesialis, memang kita butuhkan.  Atau jabatan-jabatan yang berupa pelayanan kepada masyarakat,’’ katanya.

Sebagian besar, jabatan fungsional tertentu yang sangat dibutuhkan Pemprov, selama ini mereka menjadi tenaga kontrak atau Pegawai Tidak Tetap (PTT). Mereka inilah yang akan diprioritaskan untuk menjadi P3K.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB, Drs. H. Fathurrahman, M. Si mengatakan rencananya pemerintah pusat akan membuka rekrutmen P3K mulai Maret mendatang untuk tahap pertama. Pada rekrutmen tahap awal, pemerintah memprioritaskan eks tenaga honorer K2, baik guru dan tenaga kesehatan serta Tenaga Harian Lepas (THL) penyuluh.

Diketahui, untuk tenaga kesehatan khususna dokter spesialis, Pemprov sangat membutuhkan. Pada rekrutmen CPNS 2018 lalu, banyak pelamar dokter spesialis yang tidak dapat ikut seleksi karena terbentur usia maksimal 35 tahun.

Akibat terbentur usia, sebanyak 43 formasi tenaga kesehatan  Pemprov NTB tak terisi. Dengan rincian 37 dokter spesialis ahli pertama, 1 orang doker  gigi, sanitarian ahli pertama 1 orang, sanitarian terampil 1 orang, teknis elektromedis ahli pertama 1 orang, teknisi transfusi darah 2 orang. (nas)