Pemprov NTB Minta Kepastian Standar Suvenir MotoGP

H. Wirajaya Kusuma. (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Pemprov NTB meminta penyelenggara MotoGP memberikan kepastian kualifikasi produk yang diperbolehkan dijual saat gelaran balap motor bergengsi di sirkuit Mandalika. Terutama kualifikasi produk yang akan dijajakan di venue utama. Hal ini dimaskudkan untuk memudahkan persiapan pemerintah daerah mengintervensi para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) untuk menghasilkan produk yang sesuai dengan standar produk yang ditetapkan oleh penyelenggara MotoGP.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi NTB, H. Wirajaya Kusuma, MH dalam kegiatan evaluasi program yang sudah diselenggarakan tahun 2020 ini di Mataram, Selasa, 2 Oktober 2020 menyebut, Pemprov NTB sudah beberapa kali menyampaikan kepada pihak penyelenggara MotoGP, yaitu Mandalika Grand Prix Association (MGPA) sebagai promotor MotoGP Indonesia di Mandalika melalui Indonesian Tourism Development Corporation (ITDC) selaku pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika terkait kualifikasi produk yang diperbolehkan dijajakan saat MotoGP nanti.

“Tapi sampai sekarang kita belum mendapat konfirmasi kualifikasi produk yang boleh dipasarkan saat gelaran MotoGP. Harapan kita secepatnya. Sehingga kita bisa lebih cepat mempersiapkan UMKM membuat produk sesuai standar yang diharapkan,” jelas kepala dinas. Mantan Kepala Biro Perekonomian Setda NTB ini ini mengatakan kesiapan UMKM. Tahun 2020 ini, Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi NTB melalui Balai Latihan Koperasi (Balatkop) telah memberikan Diklat kepada sebanyak 600 orang wirausaha atau pelaku Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah (KUMKM).

Pelatihannya terkait peningkatan kapasitas dan manajemen dan kualitas produk. Diantaranya, konveksi, sablon, tata boga, tata rias, kerajinan dan peningkatan kapasitas gerakan koperasi. Melibatkan instruktur-instruktur yang berkompetensi dari masing-masing jenis pelatihan. Melihat penyelenggaraan dan hasil pelatihannya, H. Wirajaya sangat meyakini, pada dasarnya UMKM dan produk UMKM NTB sudah siap. Diantaranya yang paling siap adalah UMKM produk olahan, UMKM kerajinan, dan UMKM konveksi (menjahit).

“Saat Presiden Jokowi datang, yang digunakan adalah produk UMKM. Dan sudah diapresiasi sama standar sama Paspampres. Standar produk kita sudah diakui,” imbuhnya. H. Wirajaya melanjutkan persiapan UMKM terkait dengan MotoGP. Penyelenggara menurutnya sudah memberikan lampu hijau kepada pemerintah Indonesia. Merchandise MotoGP nanti diberikan ruang kepada UMKM untuk menyiapkannya. Namun informasi ini masu abu-abu, tidak disebutkan secara detail kualifikasi produk yang diperbolehkan mejeng di venue utama.

“Jangan sampai nanti ketika produk sudah dibuat, dianggap tidak sesuai standar, tidak diterima. Sehingga perlu dikomunikasikan, apa standar internasional yang diterapkan oleh DORNA / MGPA supaya disampaikan ke kita. Mumpung persiapan kita masih ada waktu untuk melatik UMKM,” demikian Wirajaya. (bul)