Pemprov NTB Minta Diskresi Soal Formasi CPNS Dokter Spesialis

Kadis Kesehatan NTB, Nurhandini Eka Dewi (Suara NTB/nas)

Mataram (Suara NTB) – Pemprov NTB dan Pemda kabupaten/kota meminta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi ( Menteri PANRB) memberikan diskresi menyikapi tak terisinya formasi dokter spesialis di NTB. Formasi dokter spesialis di NTB tak terisi lantaran tak ada pelamar karena terbentur usia.

 

Iklan

Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi,MPH mengatakan, sebanyak 38 formasi dokter spesialis di Pemprov NTB yang tak terisi dalam penerimaan CPNS 2018. Kondisi yang sama juga terjadi di kabupaten/kota lainnya. Seperti Lombok Tengah (Loteng), sebanyak 11 formasi dokter spesialis tak terisi karena tak ada pelamar.

 

‘’Sebetulnya dokter-dokter itu sudah ada sekarang. Tapi masih kita kontrak. Kemarin saya mewakili Pak Sekda ke Jakarta, ada Keppres 25/2018, untuk dokter atau bidan PTT Kemenkes yang selama ini bekerja di Puskesmas, usia di atas 35 tahun bisa diangkat menjadi PNS,’’ kata Nurhandini dikonfirmasi di Kantor Gubernur, Jumat, 14 Desember 2018.

 

Dengan adanya Keppres tersebut, kata Nurhandini, besar harapan NTB agar Menteri PANRB memberikan diskresi. Bagi dokter spesialis yang statusnya Pegawai Tidak Tetap (PTT) agar diangkat menjadi PNS. Karena selama ini mereka bekerja di Puskesmas yang digaji Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

 

Ia menyebutkan, sebanyak 45 ribu tenaga kesehatan yang bertatus PTT di Indonesia. Dari jumlah tersebut sebanyak 40 ribu orang sudah diangkat menjadi PNS. Sisanya sekitar 4.000 orang lebih yang belum diangkat menjadi PNS karena usianya di atas 35 tahun.

 

‘’Maka keluarlah Keppres 25/2018 tentang Pengangkatan Dokter, Dokter Gigi dan Bidan PTT Kemenkes,’’ jelasnya.

 

Nurhandini mengatakan, lulusan dokter spesialis tiap tahun sangat terbatas. Untuk satu jurusan sekitar 10 orang per tahun. Sementara kebutuhan di masing-masing daerah sangat banyak. ‘’Kita saat ini menyekolahkan 146 dokter spesialis. Mudahan tiga, empat tahun lagi pulang. Baru enak kita. Mereka disekolahkan dari dana Kemenkes,’’ terangnya.

 

Pengangkatan dokter spesialis dan tenaga kesehatan lainnya sekarang bolanya ada di Kementerian PANRB. Pemprov NTB melalui BKD sudah bersurat ke Kemen PANRB, untuk dokter spesialis umurnya dapat di atas 35 tahun pada saat pembukaan rekrutmen CPNS 2018. Selain itu, Pemprov juga meminta agar formasi dokter spesialis yang tak terisi tahun ini agar tetap menjadi kuota NTB tahun depan.

 

Dari 433 formasi CPNS yang diperoleh Pemprov NTB  tahun ini, dipastikan sebanyak 381 formasi yang terisi. Sisanya, 52 formasi dipastikan lowong. (nas)