Pemprov NTB Layangkan Somasi Ketiga kepada PT. Bali Seafood International

H. Lalu Gita Ariadi (Suara NTB/nas)

INVESTASI pabrik pengolahan ikan bertaraf internasional di kawasan Teluk Saleh, Kabupaten Sumbawa mangkrak sejak akhir 2019 lalu. Pemprov NTB akan melayangkan somasi ketiga kepada PT. Bali Seafood International (BSI), sebagai investor yang telah menandatangani kerja sama pemanfaatan aset daerah sebagai lokasi pembangunan pabrik pengolahan ikan tersebut.

‘’Kita tidak ingin ada lost opportunity, maka kita ingin lakukan penyelesaian dengan elegan dan pasti. Sekarang persiapan (melayangkan) somasi ketiga,’’ ujar Sekda NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M. Si., dikonfirmasi di Mataram, Jumat, 7 Mei 2021.

Iklan

Gita menjelaskan, Pemprov NTB sudah melayangkan somasi sebanyak dua kali. Dari somasi yang dilayangkan tersebut sudah dijawab oleh PT.BSI. Namun, kata Sekda, jawaban dari PT. BSI tidak memuaskan Pemda.

‘’Dari evaluasi rapat kemarin, kita masih belum menemukan sesuatu yang memuaskan terhadap somasi yang kita berikan. Kemudian kita akan melakukan upaya-upaya lanjutan lainnya, mengonfirmasi kondisi kesehatan, kredibilitas investor,’’ terangnya.

Gita mengatakan, Pemprov akan berkoordinasi dengan Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta Pokja Percepatan Investasi yang ada di Pemerintah Pusat.

‘’Dan tentu kita bermitra dengan investor ini harapannya mutualistik. Daerah tidak rugi, investor juga kita pastikan juga tidak rugi. Sehingga langkah lanjutannya dengan kehati-hatian, data informasi kita harapkan lengkap,’’ tandasnya.

Gita menjelaskan, kerja sama pemanfaatan aset yang belum optimal, sesuai rekomendasi KPK dan BPK, Pemda dituntut untuk meningkatkan kualitas pengelolaannya. Beberapa tahun lalu, investasi BSI menjadi sesuatu yang berarti di tengah Pemda  berupaya memanfaatkan investasi di kawasan Teluk Saleh.

‘’Namanya bisnis, ada timbul tenggelam, ada permasalahan dan sebagainya. Sekarang ada permasalahan yang bermasalah dia. Tetapi kerja sama ini harus kita selamatkan, memberikan keuntungan, produktif bagi daerah kita,’’ katanya.

Prinsipnya,  kerja sama daerah harus menguntungkan daerah. Ketika daerah dirugikan maka kerja sama harus ditinjau ulang. Dalam rangka proses peninjauan ulang ini, kata Gita, ada tahapan dan prosesnya.

‘’Kita sudah memberikan somasi kedua kepada BSI. Dua somasi yang kita berikan, BSI sudah memberikan klarifikasi,’’ terangnya.

Dalam pembangunan pabrik pengolahan ikan di Teluk Santong Sumbawa, Pemprov NTB ada kerja sama pemanfaatan lahan dengan PT. BSI yang ditandatangani 2013 lalu. Investor tersebut membangun pabrik pengolahan ikan di Teluk Santong pada lahan Pemprov seluas 2 hektare.

Namun, pada 31 Desember 2019, investor tersebut bersurat ke Pemprov bahwa mereka berhenti beroperasi sementara dengan alasan mencari mitra bisnis. (nas)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional