Pemprov NTB Keluarkan Rekomendasi Pengiriman PMI ke Timur Tengah

Agus Patria (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB siap mengeluarkan rekomendasi pengiriman Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Timur Tengah, khususnya Arab Saudi.

Kebijakan tersebut mempertimbangkan sistem satu kanal yang disusun pemerintah pusat untuk mengakomodir pengiriman tenaga kerja ke negara tersebut.

Iklan

Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB, Dr.M.Agus Patria, menerangkan perekrutan telah diserahkan kepada Asosiasi Perusahaan Tenaga Kerja Indonesia (Apjati) bekerja sama dengan PT. Bursa Usaha Migran Indonesia (BUMI).

‘’Mereka mau datang untuk minta rekomendasi, Apjati dengan perusahaan (PT. BUMI, Red),’’ ujarnya dikonfirmasi, Selasa, 4 Februari 2020 di Mataram.

Diterangkan Agus, Apjati dalam hal ini berperan sebagai pihak yang ditunjuk untuk melakuan perekrutan PMI ke Arab Saudi secara resmi. ‘’Mereka akan mengakomodir perusahaan-perusahaan yang akan mengirim ke wilayah Timur Tengah,’’ ujarnya.

Pekan depan, Disnakertrans NTB sendiri meminta agar Apjati dan PT. Bumi melakukan peluncuran dan sosialisasi terkait perekrutan tenaga kerja tersebut. Beberapa hal yang diharapkan dapat dipahami oleh masyarakat bahwa pemerintah membatasi kuota pengiriman tenaga kerja ke Arab Saudi, serta bidang pekerjaan yang dibolehkan hanya untuk sektor formal saja.

‘’Itu yang saya bilang supaya dijelaskan ke masyarakat,’’ ujar Agus. Hal itu disebutnya untuk menghindari kasus-kasus kekerasan yang pernah marak hingga pemerintah memutuskan mengeluarkan moratorium.

‘’Pembantu rumah tangga juga untuk sektor formal. Nanti mereka kerja di perusahaan-perusahaan, jadi (mengikuti) serikat. Kalau dulu (perekrutannya) kan agen perorangan,’’ sambungnya.

Agus memprediksi jumlah masyarakat NTB untuk mejadi PMI di Arab Saudi akan membeludak. Pasalnya, dari beberapa laporan yang diterima pihaknya, banyak masyarakat di NTB yang lebih memilih bekerja di Arab Saudi ketimbang di negara tujuan lainnya seperti Taiwan dan Hongkong.

‘’Perkiraan kami akan membeludak. Karena pertama sesama (negara) muslim, itu jelas. Walaupun gajinya lebih kecil daripada Taiwan atau Hongkong. Tidak sampai Rp5 juta (di Arab Saudi), di Taiwan dan Hongkong paling kecil bisa Rp8 juta,” ujar Agus.

Sebelumnya Ketua Apjati NTB, H. Muhammadun menerangkan bahwa untuk tahap awal kuota pengiriman PMI ke Arab Saudi yang disiapkan mencapai 3.000 orang. Khususnya untuk mantan tenaga kerja wanita yang memiliki pengalaman di Timur Tengah dengan rentang usia 21-39 tahun.

Perekrutan akan dilakukan oleh PT. BUMI dengan berpusat di Sekretariat Apjati NTB. Kementerian Tenaga Kerja telah memberikan izin kepada 15 orang petugas Antar Kerja P3MI di NTB untuk sistem penempatan satu kanal tersebut.

‘’Tidak boleh melalui calo. Harus melalui petugas antar kerja P3MI ini,’’ ujar Muhammadun.

Pengiriman PMI direncanakan akan dibagi dalam tiga tahap dengan masing-masing kuota mencapai 3.000 orang. Peluang tersebut diharapkan dapat mengakomodir keinginan PMI yang ingin bekerja di Arab Saudi setelah lama dimoratorium.

Setelah mendaftar, calon PMI yang memenuhi syarat akan direkomendasikan mengikuti pelatihan di empat Balai Latihan Kerja (BLK) untuk mendapatkan sertifikat keterampilan. Sertifikat tersebut yang kemudian digunakan sebagai pengantar pembuatan paspor di Kantor Imigrasi. (bay)