Pemprov NTB Kekurangan 1.500 PNS

Ilustrasi PNS (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Biro Organisasi telah menyerahkan hasil Analisis Jabatan dan Analisis Beban Kerja (Anjab dan ABK) ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB. Berdasarkan hasil pemetaan yang dilakukan di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Pemprov masih kekurangan PNS sebanyak  1.500 orang.

Hasil Anjab dan ABK yang sudah diserahkan Biro Organisasi, selanjutnya menjadi kajian BKD NTB untuk mengusulkan formasi CPNS 2020 ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).

Iklan

‘’Anjab dan ABK sudah diserahkan ke BKD. Setelah hasil Anjab kita itu, kebutuhan pegawai lebih dari  1.500 orang, berdasarkan pemetaan jabatan tahun 2019 yang disampaikan di Januari lalu. Ini yang akan disampaikan ke Kemenpan),’’ kata Kabag Analisis Formasi Jabatan dan Sumber Daya Aparatur Biro Organisasi Setda NTB, Ahmad Syuyuthi dikonfirmasi Suara NTB, Kamis, 6 Februari 2020 kemarin.

Meskipun tak disebutkan secara rinci, Syuyuthy mengatakan kekurangan PNS Pemprov NTB lebih banyak tenaga fungsional guru dan tenaga kesehatan. Katanya,  banyak permintaan pemenuhan tenaga medis  dari Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Mutiara Sukma, RS. H. L. Manambai Abdul Kadir, RSUD NTB dan RS Mata NTB.

‘’Karena memang kebutuhan tenaga medis di dua rumah sakit itu (RSJ dan RS Manambai)  masih minim. Kira-kira hampir  1.000 tenaga medis untuk  rumah sakit milik Pemda  itu,’’ sebutnya.

Sedangkan untuk tenaga guru, kebutuhannya setelah dilakukan pemetaan sekitar 500 orang lebih. Ia menjelaskan, sekarang  usulan formasi CPNS ke Pemerintah Pusat harus jelas tertulis jabatan apa saja yang dibutuhkan. Tidak seperti dulu, yang disampaikan secara umum.

‘’Untuk formasi ke depan harus jelas. Apa saja formasi yang dibutuhkan masing-masing OPD. Makanya begitu besar kebutuhan kita sesuai hasil rekap anjab,’’ jelasnya.

Ia menjelaskan, Biro Organisasi hanya menyampaikan hasil pemetaan jabatan di seluruh OPD. Selanjutnya, hasil anjab dan ABK dikaji oleh BKD untuk penyampaian usulan formasi CPNS 2020.

Pemerintah Pusat direncanakan akan kembali membuka rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) dan CPNS tahun 2020. Pembukaan rekrutmen P3K dan CPNS kemungkinan akan dilaksanakan akhir 2020 ini.

Kepala Bidang Mutasi Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB, Raisah, SE, MM menjelaskan, rekrutmen CPNS yang sedang dilaksanakan saat ini merupakan formasi tahun 2019. Pelaksanaan seleksinya  memang untuk dua tahun anggaran.

Ia mengatakan, apabila ada formasi P3K tahap II, maka akan bersamaan dengan formasi CPNS 2020. Rekrutmen P3K tahap II pada 2019 tidak ada karena formasinya dialihkan ke formasi CPNS 2019. ‘’Kalau ada formasi P3K maka bersamaan dengan formasi CPNS 2020. Tapi kalau formasi P3K 2019, tidak ada. Karena kemarin sudah dialihkan ke formasi CPNS 2019,’’ jelasnya.

Dalam rekrutmen CPNS 2019, Pemprov NTB mengusulkan 800 formasi. Terdiri dari 500 formasi CPNS dan 300 formasi P3K. Dari usulan tersebut, Pemerintah Pusat memberikan jatah sebanyak 414 formasi CPNS untuk Pemprov NTB.

Secara keseluruhan, alokasi formasi CPNS di NTB tahun 2019 sebanyak 3.204 formasi. Dengan rincian, Pemprov NTB 414 formasi, Pemkot Mataram 275 formasi, Pemkab Lombok Barat 205 formasi. Kemudian Pemkab Lombok Tengah 479 formasi, Pemkab Lombok Timur 482 formasi. Pemkab Lombok Utara 237 formasi, Pemkab Sumbawa Barat 105 formasi. Pemkab Sumbawa 342 formasi, Pemkab Dompu 249 formasi, Pemkab Bima 241 formasi dan Pemkot Bima 175 formasi. (nas)