Pemprov NTB Diminta Koordinir Penanggulangan Wabah Rabies di Pulau Sumbawa

Zainal Arifin. (Suara NTB/Jun)

Dompu (Suara NTB) – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Dompu, meminta Pemprov NTB mengkoordinir langkah penanggulangan serentak wabah rabies di Pulau Sumbawa. Pasalnya, virus mematikan tersebut masih menjadi ancaman serius di tengah pandemi Covid-19 ini. Buktinya, kasus gigitan anjing liar kembali bermunculan di beberapa daerah.

Kadisnakeswan Dompu, Ir. Zainal Arifin, M.Si, kepada Suara NTB di ruang kerjanya, Selasa, 16 Februari 2021 menyampaikan, sebulan terakhir ini memang tidak ditemukan kasus gigitan hewan pembawa rabies di daerah. Namun demikian, ancamannya masih tetap ada. Bahkan berpotensi meledak pasca panen raya jagung dalam waktu dekat.

Iklan

Sebagai salah satu daerah dengan status KLB rabies, situasi ini cukup mengkhawatirkan. Apalagi setelah penemuan kasus baru di Sumbawa beberapa hari terakhir. Karenanya, mereka meminta Pemprov NTB segera tangan, seperti misalnya mengkoordinir gerakan bersama untuk sosialisasi, vaksinasi serta eliminasi hewan sumber gigitan. “Kalau kita di Dompu jalan sendiri, Bima dan Sumbawa juga masing-masing itukan sama juga bohong. Karena ini bukan di Dompu saja, tapi dalam satu pulau. Jadi harus ada gerakan bersama,” ungkapnya.

Harapan tersebut sudah disampaikan ke Pemprov NTB. Hanya saja, sampai saat ini masih belum ada kepastian realisasi atau tidak. Bila disikapi, poin utama yang mesti dilakukan yakni membangun kesadaran masyarakat akan bahaya penyakit menular yang sudah menelan banyak korban jiwa itu. Termasuk vaksinasi dan eliminasi hewan sumber gigitan.

Selain mampu meminimalisir temuan kasus, Zainal Arifin optimis gebrakan tersebut akan berhasil membuat daerah ini keluar dari status KLB rabies. “Kalau ini berjalan sangat mungkin kita bebas dari status KLB,” tegasnya.

Sebagaimana informasi yang diterima, sebulan terakhir ini tidak ada temuan kasus gigitan anjing liar. Meski demikian, hal tersebut tidak menghentikan upaya pencegahan di lapangan, salah satunya dengan tetap mensosialisasikan bahaya rabies di tengah masyarakat. Untuk vaksinasi dan eliminasi, sementara dikendorkan akibat kesulitan menemukan anjing liar di perkampungan. “Kendalanya sulit menemukan anjing liar sekarang, tapi ancaman gigitan masih tetap ada, apalagi setelah panen jagung nanti. Makanya kita selalu ingatkan masyarakat untuk tetap waspada,” pungkasnya. (jun)

Advertisementfiling laporan pajak filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional