Pemprov NTB akan Rekrut Sisa Eks Honorer K2

Fathurrahman (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) direncanakan akan dilakukan Agustus mendatang. Dalam rekrutmen kali ini, Pemprov berencana akan menghabiskan sisa eks honorer K2 sebanyak 234 orang yang tidak lulus dalam rekrutmen P3K beberapa waktu lalu.

“Bahwa ada sisa 234 eks honorer K2 dari yang kemarin lulus 223 orang. Kalau pusat mengarahkan, kita akan habiskan dulu yang itu untuk rekrutmen yang sekarang,” kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB, Drs. H. Fathurrahman, M. Si., dikonfirmasi, Senin, 17 Juni 2019 siang.

Iklan

Ia mengatakan rekrutmen P3K akan dilihat dari kemampuan keuangan daerah, karena untuk penggajian P3K, sumber anggarannya dari APBD masing-masing Pemda, sehingga formasi yang diusulkan akan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.

Sisa eks honorer K2 yang berjumlah 234 orang masih menjadi beban, sehingga ini yang diprioritaskan dalam rekrutmen P3K tahun ini. Namun, eks honorer K2 yang akan diakomodir dalam rekrutmen P3K harus benar-benar memenuhi persyaratan.

Yakni eks honorer K2 yang bekerja tidak putus sampai sekarang. Kemudian, umur tak boleh melebihi satu tahun sebelum pensiun. Fathurrahman mengungkapkan sejak awal pihaknya sudah mendapatkan informasi dari pemerintah pusat agar menghabiskan sisa eks honorer K2 yang tidak lulus dalam seleksi P3K sebelumnya.

Sementara untuk rekrutmen CPNS 2019, Fathurrahman mengatakan rencananya akan dilaksanakan Oktober mendatang. Pemprov NTB sudah mengajukan formasi ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PANRB) lewat e-formasi.  Usulan formasi yang dilakukan mengacu kepada Analisis Jabatan (Anjab) dan Analisis Beban Kerja (ABK). Berdasarkan Anjab dan ABK, Pemprov masih kekurangan 2.000 guru SMA/SMK dan SLB. Selain itu, Pemprov juga masih kekurangan tenaga kesehatan seperti perawat dan dokter.

Selain itu, Pemprov NTB juga masih kekurangan banyak tenaga teknis bidang ke-PU-an, kepariwisataan, dan tenaga teknis lainnya. Tahun lalu, Pemprov mendapatkan kuota CPNS sebanyak 433 formasi. Diharapkan tahun ini, Pemprov mendapatkan dua kali lipat atau lebih dari 800 formasi.

Setelah melakukan input data kebutuhan melalui e-formasi, kata Fathurrahman, selanjutnya Kemen PANRB akan melakukan validasi. Mereka akan melakukan validasi formasi CPNS yang dibutuhkan secara detail. (nas)