Pemprov NTB Ajukan Revitalisasi Enam Pasar Tradisional

Ilustrasi pasar tradisional di NTB. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Pemprov NTB mengajukan permohonan revitalisasi enam pasar tradisional di NTB ke Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI. Hal tersebut dilakukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dengan meningkatkan daya saing pasar tradisional.

Kita usulkan yang sempat tertunda kemarin itu karena Covid-19. Ada sampai enam usulan yang kami sudah layangkan dari beberapa kabupaten/kota, ujar Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) NTB, Drs.H. Fathurrahman, M.Si saat dikonfirmasi, Jumat, 25 September 2020.

Iklan

Diterangkan, usulan tersebut memang dilakukan secara bertahap. Akibatnya, belum semua pasar tradisional di NTB dapat diajukan untuk revitalisasi sejak bencana gempa 2018 lalu.

Beberapa pasar yang telah memulai revitalisasi dicontohkan seperti Pasar Ampenan di Kota Mataram. Ada juga Pasar Sembalun di Lombok Timur (Lotim) dan juga pasar-pasar lain yang akan kita lakukan revitalisasi. Ini akan kita ajukan sesuai analisis, jelasnya.

Masing-masing pasar diproyeksikan mendapat anggaran sesuai dengan kebutuhan revitalisasi di masing-masing pasar tersebut. Di mana dari pemerintah pusat dapat memberikan Rp1-2 miliar lebih untuk kebutuhan revitalisasi di satu pasar.

“Anggarannya tergantung dari pasar yang akan dibuat. Seperti pasar di Lombok Tengah (Loteng) sudah lebih dari Rp1 miliar, tapi sekarang sudah hampir selesai, ujar Fathurrahman.

Sebagai informasi, Kemendag telah menetapkan pembangunan 143 unit pasar tradisional dari 140 kabupaten/kota sejak awal tahun. Hal tersebut diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 54/2020.

Hal tersebut dilakukan karena mempertimbangkan posisi pasar tradisional sebagai penggerak roda perekonomian masyarakat di Indonesia. Terlebih dengan kedekatannya terhadap aspek sosial dan budaya masyarakat setempat.

Menurut Fathurrahman, yang terpenting saat ini adalah bagaimana mengakomodir seluruh pasar tradisional yang sempat terkena dampak gempa 2018 lalu. Terutama pasar-pasar yang mengalami kerusakan dan belum sempat dibenahi sampai saat ini. Dicontohkan seperti Pasar Kebon Roek dan Pasar Gunungsari yang sampai saat ini belum rampung pengerjaannya.

Ini kan ada pengusulan yang kelengkapan dari kabupaten/kota, baru bisa kita usulkan ke pusat. Insya Allah ini masuk ke (rekomendasi) yang enam itu, jelasnya. Dengan begitu, pihaknya berharap revitalisasi yang dilakukan dapat mendorong percepatan pembangunan di daerah, terutama untuk sektor perdagangan. (bay)