Pemprov Minta CJH NTB Tak Tarik Dana Haji

H. Ahmad Masyhuri (Suara NTB/nas)

Mataram (Suara NTB) – Pemprov NTB meminta seluruh Calon Jemaah Haji (CJH) agar tidak menarik semua dana haji. Pasalnya, jika semua dana haji ditarik maka CJH akan kehilangan nomor porsi dan apabila mendaftar lagi, maka akan antre selama 34 tahun.

“Jemaah bersabar saja. Ini kan pandemi juga sehingga haji menjadi tertunda. Kita mengimbau kepada jemaah, sebaiknya jangan ambil uangnya,” kata Kepala Biro Kesra Setda NTB, H. Masyhuri, S.H., dikonfirmasi di Kantor Gubernur, Rabu, 9 Juni 2021.

Iklan

Masyhuri mengatakan jika CJH mau mengambil uangnya, maka cukup pelunasannya saja. Sedangkan setoran untuk tetap mendapatkan nomor porsi sebesar Rp25 juta jangan diambil.

“Kalau diambil semuanya, nomor seat-nya (kursi) akan hilang. Tapi kalau ngambil pelunasannya saja, masih ada nomor seatnya,” jelasnya.

Ia berharap CJH NTB busa bwrsikap rasional. Penundaan pelaksanaan ibadah haji tahun 2021 karena pandemi Covid-19 yang masih merebak di dunia.

“Tapi kalau ada yang nau ngambil semua silakan saja. Karena hak mereka,” ujarnya.

Masyhuri mengatakan dana haji CJH yang dikelola BPKH cukup aman. Sehingga ia berharap CJH NTB jangan termakan oleh informasi hoaks sehingga!ramai-ramai menarik uang setoran haji.

“Kepala BPKH sudah menjelaskan bahwa dana haji cukup aman. Dana jemaah sangat aman. Ketika waktunya berangkat, maka jemaah diberangkatkan,” tandasnya.

Pemerintah Pusat melalui Kementerian Agama (Kemenag) RI resmi memutuskan penundaan pelaksanaan ibadah haji tahun 2021. Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag NTB, Hj. Eka Muftati’ah, S.H., M.H.,mengatakan penundaan pelaksanaan ibadah haji tahun 2021 berdasarkan Keputusan Menteri Agama (KMA) No. 660 Tahun 2021.

Penundaan pelaksanaan ibadah haji 2021 karena Pemerintah Indonesia belum menerima kuota CJH dari Pemerintah Arab Saudi. Kemudian, alasan pandemi Covid-19 yang masih merebak hampir di semua negara. Ia menjelaskan KMA tersebut juga diatur mengenai pengambilan uang pelunasan haji atau BIPIH.

CJH yang batal berangkat haji tahun ini diperbolehkan mengambil BIPIH. Dan akan tetap mendapatkan porsi naik haji tahun depan. Namun, bagi CJH yang mengambil BPIH, maka mereka sudah membatalkan untuk ibadah haji.

“Kalau BIPIH diambil, itu penundaan haji. Tetapi kalau BPIH yang diambil, berarti pembatalan porsi. Jadi porsinya diambil. Nanti kalau dia berhaji lagi, mendaftar lagi, daftar baru dan waiting listnya lebih lama lagi. Sebab, kalau daftar lagi maka waiting listnya menjadi 34 tahun,” terangnya.

Dengan adanya penundaan pelaksanaan ibadah haji tahun 2021, kata Muftati’ah, daftar tunggu CJH NTB menjadi 34 tahun. Untuk itu, pihaknya menyarankan bagi CJH NTB agar tidak mengambil BPIH-nya. Karena jika itu diambil, maka porsinya akan hilang.

Jumlah CJH NTB yang batal diberangkatkan tahun ini sebanyak 4.412 orang ditambah 45 lansia. Terbanyak Lombok Timur dan Lombok Tengah, karena jumlah penduduknya paling banyak di NTB. Sedangkan kabupaten yang paling sedikit kuota CJH adalah Lombok Utara. (nas)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional