Pemprov Masih Finalisasi Data Guru Honorer , Pengangkatan Satu Juta ASN

Syamsul Buhari. (Suarantb/dok)

Mataram (Suara NTB) – Pemprov NTB masih belum mengajukan usulan formasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) terkait pengangkatan satu juta guru honorer menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) 2021 mendatang. Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan Dinas Dikbud NTB masih melakukan finalisasi data guru honorer SMA/SMK dan SLB.

‘’Datanya (jumlah guru honorer) sedang kami koordinasikan dengan Dinas Dikbud,’’ ujar Kepala Bidang Informasi Kepegawaian BKD NTB, Drs. Syamsul Buhari, P.Si., M.Kes., dikonfirmasi Suara NTB, Minggu, 29 November 2020.

Syamsul mengatakan, data jumlah guru honorer SMA/SMK dan SLB di NTB masih belum final dari Dinas Dikbud. Dinas Dikbud diberikan waktu sampai Senin, 30 November 2020, hari ini.

Sebelumnya, BKD telah memanggil Dinas Dikbud untuk finalisasi data guru honorer, sebagai dasar untuk pengajuan formasi PPPK 2021. Kementerian PANRB memberikan tenggat waktu sampai 31 Desember mendatang kepada Pemda.

Sebelumnya, Kepala BKD NTB, Drs. Muhammad Nasir mengatakan pihaknya sedang mempercepat finalisasi usulan formasi PPPK tersebut. Rencananya, usulan formasi akan disampaikan ke BKN, 10 Desember mendatang.

Seperti diketahui, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) bersama Dinas Dikbud NTB masih melakukan finalisasi data guru honorer jenjang SMA/SMK dan SLB yang akan diusulkan formasinya dalam seleksi Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui skema Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Pemerintah Pusat akan mengangkat satu juta guru honorer menjadi PPPK mulai 2021 mendatang.

Kepala BKD NTB, Drs. Muhammad Nasir yang dikonfirmasi Suara NTB, Kamis, 26 November 2020 menjelaskan, sesuai hasil rapat koordinasi yang dilakukan secara virtual bersama Wakil Presiden, Mendikbud, Menkeu, dan Kemen PANRB, bahwa guru honorer akan dibantu agar bisa menjadi ASN. Salah satunya, Kemendikbud akan memberikan kisi-kisi materi ujian seleksi PPPK kepada guru honorer.

“Untuk membantu (guru honorer), akan diberikan kisi-kisi oleh Kemendikbud, nanti disampaikan ke daerah. Kita berharap secepatnya dishare, supaya cepat disosialisasikan,” kata Nasir.

Dalam seleksi guru honorer menjadi ASN tersebut, syaratnya cuma dua. Yaitu, umur antara 20 – 59 tahun. Kemudian, guru honorer tersebut telah terdaftar di Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

Bahkan, kata Nasir, dengan jumlah yang diangkat sebanyak satu juta orang. Jika ada yang tidak lulus dalam seleksi pertama, masih punya kesempatan kedua dan ketiga. (nas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here