Pemprov Khawatir Dituntut Jika Putuskan Kontrak Pengelolaan Aset

H. Lalu Syafi'I (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Pemprov NTB mengakui kontribusi atas kerja sama pemanfaatan aset daerah masih sangat minim. Dari Rp11 triliun nilai aset Pemprov NTB, kontribusinya terhadap pendapatan asli daerah hanya belasan sampai puluhan miliar rupiah.

Asisten III Setda NTB, Drs. H. Lalu Syafi’i, MM mengatakan, Pemprov terus mengupayakan agar pemanfaatan aset daerah bisa optimal dan memberikan kontribusi bagi pendapatan daerah. Adanya sejumlah kerja sama pemanfaatan aset dalam jangka waktu 70 tahun yang kontribusinya minim.

Iklan

Dan sejumlah aset yang tidak produktif, tak lantas Pemda langsung melakukan pemutusan kontrak kerja sama. ‘’Itulah terus menerus kita evaluasi. Karena ada aset-aset yang dikontrak puluhan tahun seperti Lapangan Golf Golong itu 70 tahun. Kita sudah terikat kontrak pada awal dulu oleh  para pihak. Ndak bisa semena-mena menaikkan atau memutus kontrak. Kita bisa dikatakan melanggar dan bisa dituntut,’’ kata Syafi’i dikonfirmasi Suara NTB, Kamis, 2 Juli 2020.

Namun untuk kontrak kerja sama pemanfaatan aset yang akan segera berakhir dalam waktu tiga atau lima tahun ke depan. Pemprov mulai melakukan perhitungan atau kajian dengan cermat dari sekarang. “Makanya ada Tim Penasihat Investasi, untuk mengkaji dan menghitung,” katanya.

Terkait dengan kerja sama pemanfaatan aset dengan pihak ketiga yang belum berjalan di lapangan. Seperti kerja sama pemanfaatan aset milik Pemprov NTB di Kota Mataram yang masih terbengkali dan tak ada action investor di lapangan. Syafi’I mengatakan Pemprov akan memanggil investor yang menjadi mitra Pemda tersebut.

‘’Kita tak bisa mengalah saja pada investor. Kita harus sama-sama taat pada bunyi perjanjian. Makanya kita panggil mitra yang dulu. Kalau dia tak melaksanakan perjanjian, dia wanprestasi maka bisa kita tarik (aset),’’ tandasnya.

  Angka Kematian Capai 4,2 Persen, Kelompok Risiko Tinggi Jadi Atensi Pemerintah

Diketahui, nilai aset milik Pemprov NTB mencapai Rp11 triliun lebih. Namun kontribusinya terhadap pendapatan asli daerah (PAD) masih minim. Dalam APBD NTB 2020, Pemprov hanya menargetkan penerimaan retribusi daerah atau kontribusi atas pemanfaatan aset daerah  sebesar Rp19,63 miliar.

Aset Pemprov tersebut berupa tanah senilai Rp5,8 triliun, peralatan dan mesin Rp1,6 triliun, gedung dan bangunan Rp2,4 triliun, jalan, irigasi dan jaringan Rp4,6 triliun. Selanjutnya, aset tetap lainnya senilai Rp120 miliar dan konstruksi dalam pengerjaan pada 2019 lalu sebesar Rp73,4 miliar. Total nilai aset Pemprov NTB sampai 31 Desember 2019 sebesar Rp11,3 triliun. (nas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here