Pemprov Kembali Rekrut 125 Relawan Medis

Ilustrasi tenaga medis.(ant/bali post)

Mataram (Suara NTB) – Pemprov NTB kembali melakukan rekrutmen relawan medis untuk menangani pasien Covid-19. Sebanyak 125 relawan medis akan direkrut, yang akan dibuka pada 1 – 15 Juli mendatang. Mereka akan ditempatkan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) NTB.

‘’Jumlahnya yang akan direkrut 125 orang. Dari 125 orang itu ada dokter, perawat, bidan, nutrisionis, apoteker, pramusaji, teknik kefarmasian, cleaning service dan petugas pemulasaran jenazah,’’ kata Kepala Bidang Informasi Kepegawaian BKD NTB, Drs. H. Syamsul Bukhari, P.si, M.Kes dikonfirmasi Suara NTB, Senin, 29 Juni 2020.

Iklan

Ia merincikan 125 relawan medis yang akan direkrut. Antara lain dokter 6 orang, perawat ners 41 orang, perawat D-III sebanyak 10 orang, bidan 4 orang, nutrisionis 2 orang, pramusaji 5 orang, apoteker 2 orang, sopir ambulans 5 orang, pamulasaran jenazah 2 orang dan cleaning service.

Setelah penutupan pendaftaran pada pertengahan Juli mendatang. Akan dilanjutkan dengan seleksi kompetensi yang direncanakan Juli sampai Agustus. Sebanyak 125 relawan medis tersebut akan dikontrak selama empat bulan mulai September, Oktober, November dan Desember.

Sebelumnya, kata Syamsul, Pemprov NTB melalui Dinas Kesehatan (Dikes) juga telah merekrut relawan medis Covid-19 yang ditempatkan di RS Darurat Asrama Haji. Pada waktu itu, jumlahnya sekitar 25 orang. Untuk rekrutmen relawan medis yang sekarang, akan ditempatkan di RSUD NTB. “Kita perkirakan pendaftar akan banyak, 500 – 600 orang,” katanya.

Rekrutmen relawan medis ini lantaran meningkatnya beban kerja tenaga medis seiring mewabahnya Covid-19 di NTB. Hal ini dikhawatirkan berdampak negatif pada kesehatan tenaga medis. Salah satunya para perawat yang garda terdepan penanganan dan pencegahan Covid-19.

Kelelahan bisa saja dialami tenaga kesehatan di rumah sakit saat bekerja. Sehingga dapat berpengaruh terhadap kondisi kesehatan. Dengan adanya pembukaan lowongan tenaga kesehatan ini diharapkan pasien dapat terlayani dengan baik hingga sembuh.

  Insentif Tenaga Kesehatan di Kota Mataram Belum Dibayar

Bekerja secara profesional, sesuai standar dan kode etik. “Tentu kita berharap perawat terus memberikan performa terbaik sehingga dapat melayani pasien hingga sehat,” katanya.

Diketahui, kasus pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di NTB terus meningkat. Data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTB, Minggu (28/6), jumlah kasus positif Covid-19 di NTB telah mencapai 1.213 orang. Dengan rincian 810 orang sudah sembuh, 61 meninggal dunia dan 342 orang masih dirawat.(nas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here