Pemprov Dorong ITDC Percepat Pembangunan Hotel Pullman

Pembangunan Hotel Pullman di KEK Mandalika kembali dilanjutkan. Tampak alat berat berupa tower crane mulai dipasang. (Suara NTB/nas)

Mataram (Suara NTB) – Pembangunan Hotel Pullman di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika kembali dilanjutkan. Pantauan Suara NTB di KEK Mandalika, akhir pekan kemarin, sejumlah pekerja mulai terlihat beraktivitas di lokasi.

Kendaraan roda empat sudah mulai keluar masuk areal proyek. Di samping itu, alat berat untuk pengerjaan proyek bangunan bertingkat atau tower crane sudah kembali berdiri. Pemprov NTB melalui Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Teradu Satu Pintu (DPMPTSP) terus mendorong Indonesia Tourism Development Corpporation (ITDC) sebagai pengelola kawasan untuk mempercepat pembangunan hotel tersebut.

Iklan

‘’Kita terus dorong (dipercepat),’’ kata Kepala DPMPTSP NTB, Ir. Mohammad Rum, M.T., dikonfirmasi Suara NTB, Minggu, 15 November 2020.

Pembangunan hotel milik ITDC tersebut sempat terhenti. Namun, sekarang sudah mulai dilanjutkan kembali. Terkait ITDC, sebelumnya DPMPTSP NTB  meminta agar BUMN tersebut agar aktif menyampaikan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM).

Karena sejak Januari hingga saat ini, ITDC  sebagai pengelola KEK Mandalika belum pernah menyampaikan LKPM. Seandainya ITDC aktif  melaporkan LKPM maka ia yakin target realisasi investasi melampaui. Hingga triwulan III 2020, DPMPTSP mencatat realisasi investasi di NTB mencapai Rp9,2 triliun.

‘’Sejak tahun ini ITDC belum melaporkan LKPM tahun 2020. Kalau ITDC melaporkan maka besar realisasi investasi di NTB,’’ ucap Rum.

Ia mengatakan, DPMPTSP NTB sudah menyurati ITDC kaitan dengan ketidakpatuhan dalam melaporkan LKPM ini. Bahkan, pihaknya sudah mendatangi ITDC ke lapangan. ‘’Teman-teman juga sudah ke lokasi. Kita tak tahu apa masalahnya. Kita sudah dijanjikan,’’ tandasnya.

Sebelumnya, Komisi VI DPR RI menyoroti masih minimnya jumlah kamar hotel untuk menampung penonton MotoGP Mandalika 2021 mendatang. ITDC sebagai pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika diminta mendorong dan mempercepat pembangunan sejumlah hotel di kawasan tersebut.

Anggota Komisi VI DPR RI, Abdul Hakim Bafagih saat kunjungan kerja di Mataram, pada 20  Oktober lalu mengatakan dalam rapat bersama Direktur Utama ITDC dan Gubernur di Kawasan Wisata Senggigi, Senin, 19 Oktober 2020. Pihaknya menanyakan soal pembangunan hotel Pullman di KEK Mandalika yang terhenti.

Berdasarkan penjelasan dari Direktur Utama ITDC, kata Hakim, ketika MotoGP Mandalika berlangsung sekitar Oktober 2021. Hotel Pullman sudah bisa dimanfaatkan kamarnya sebanyak 80 persen.

“20 persennya masih on progres. Jadi ketika MotoGP diselenggarakan masih bisa dipakai. Tapi sebagian masih pengerjaan,” katanya.

Komisi VI yang membidangi masalah investasi ini meminta agar pembangunan hotel tersebut dipercepat. Bila perlu, sebelum pelaksanaan MotoGP Mandalika, pada Oktober 2021, fasilitas akomodasi tersebut sudah dapat dimanfaatkan 100 persen.

Persoalan ketersediaan kamar hotel untuk penonton MotoGP perlu menjadi perhatian. Pasalnya, diperkirakan ada 150 ribu tamu atau penonton yang akan hadir. Sementara, jumlah kamar hotel di NTB saat ini baru sekitar 20.000 kamar. “Jangan sampai saat event berlangsung, tamu  nginapnya di luar NTB,” katanya.

Keberadaan KEK Mandalika diharapkan memberikan dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Sehingga, pihaknya juga memberikan perhatian agar keberadaan KEK Mandalika bisa menyerap tenaga kerja lokal yang banyak.

Pembangunan Hotel Pullman sebagai salah satu fasilitas pendukung gelaran MotoGP 2021 di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika tersendat-sendat. Pembangunan Hotel Pullman  di KEK Mandalika dialokasikan dari anggaran National Interes Account (NIA) yang disediakan oleh Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) dengan besaran mencapai Rp1,2 triliun.

Pullman diproyeksikan memiliki kapasitas sekitar 250 kamar. Termasuk ruang pertemuan berkapasitas 300 orang, vila eksklusif standar bintang 5 dan residence. Pullman merupakan hotel berbintang yang dibangun atas kerja sama ITDC dengan PT. Wijaya Karya Bangunan Gedung (WIKA Gedung), sebagai anak perusahaan PT. WIKA (Persero). Hotel tersebut terletak di Lot H4 dengan luas mencapai 27.000 meter persegi. (nas)