Pemprov dan Dorna Segera Matangkan Pembangunan RS Standar MotoGP

Nurhandini Eka Dewi (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Pemprov NTB dan Tim Dorna akan segera mematangkan pembangunan rumah sakit internasional di sekitar Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Pembangunan rumah sakit khusus tersebut akan mengikuti standar-standar yang ditetapkan Dorna sebagai penyelenggara MotoGP.

Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi, Sp.A, MPH mengatakan, pada 8-10 April mendatang direncanakan rapat dengan tim Dorna mematangkan pembangunan rumah sakit mendukung penyelenggeraan MotoGP 2021 di Sirkuit Mandalika.

Iklan

‘’Itu nanti ada garis ketentuan yang harus kita penuhi , itu Dorna yang menentukan. Dia akan datang ke sini. Kita ingin bangun  rumah sakit kayak apa, kita mengacu ketentuannya dia. Mengacu standar mereka,’’ kata Nurhandini dikonfirmasi Kamis, 28 Maret 2019 siang.

Dikatakan, Kemenkes akan membangun rumah sakit khusus trauma centre. Tetapi rumah sakit tersebut juga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat atau wisatawan ketika tidak ada penyelenggaraan MotoGP.

Lahan yang dibutuhkan sekitar 4 hektare. Nurhandini mengatakan, anggaran yang disiapkan Kemenkes tergantung Detailed Engineering Design (DED) yang dibuat Pemda. Seluruh persyaratan yang dibutuhkan harus clear sebelum 31 April 2019.  ‘’Makanya kita pacu betul dengan waktu,’’ katanya.

Sesuai persyaratan dari Dorna, kata Nurhandini, lokasi rumah sakit tidak boleh jauh dari sirkuit. Sehingga masalah lahan pembangunan rumah sakit ini, akan dikomunikasikan dengan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) selaku pengelola KEK Mandalika.

Kemungkinan, kata Nurhandini, lahan ITDC dipinjampakaikan selama 30 tahun. Karena sebagai BUMN, ITDC tidak mungkin akan menghibahkan lahannya untuk pembangunan rumah sakit.

‘’Dengan adanya rumah sakit, mereka (ITDC) diuntungkan, tak bangun sendiri,’’ ujarnya.

Mengenai kesiapan tenaga kesehatan untuk bekerja di rumah sakit tersebut, ia mengatakan dalam dua tahun ini sedang disiapkan. Nurhandini mengatakan, saat ini juga banyak dokter-dokter yang sedang disekolahkan. Disebutkan, kebutuhan tenaga kesehatan di rumah sakit Mandalika itu mencapai seratusan orang.

Ia menjelaskan, dalam satu tempat tidur sudah ada ketentuan jumlah tenaga kesehatan yang dibutuhkan.  Apalagi rumah sakit tersebut juga akan ada ruang operasi dan ICU. ‘’Kita mengacu standar mereka (Dorna) apa yang harus dipenuhi rumah sakit itu,’’ pungkas mantan Kepala Dikes Lombok Tengah ini. (nas)