Pemprov dan AMNT Segera Bahas Kelanjutan Pembangunan Smelter di KSB

H. Amry Rakhman (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Pemprov NTB bersama PT. Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) akan segera bertemu membahas kelanjutan pembangunan smelter yang stagnan akibat pandemi Covid-19. Pertemuan direncanakan akhir Januari atau awal Februari mendatang.

Kepala Bappeda NTB, Dr. Ir. H. Amry Rakhman, M. Si., yang dikonfirmasi Suara NTB, Selasa, 12 Januari 2021 mengatakan, koordinasi terakhir dengan PT. AMNT dilakukan pada Desember lalu. ‘’Mereka masih mengkoordinasikan dengan Kementerian ESDM tentang rencana mereka. Apa hasil koordinasi mereka, sampai hari ini memang belum saya koordinasikan kembali,’’ katanya.

Amry menjelaskan, PT. AMNT sudah merencanakan untuk bertemu dengan Pemprov NTB dan Pemda Kabupaten Sumbawa (KSB) terkait kelanjutan pembangunan smelter. Ia mengatakan, hingga saat ini, konstruksi pembangunan smelter memang belum dimulai.

‘’Dia memberikan jawaban ke saya, kita perlu ketemu di bulan Januari atau awal Februari. Untuk membicarakan hal-hal yang terkait dengan kawasan industri dan smelter. Supaya kita tahu, apa selanjutnya yang kita harus lakukan,’’ katanya.

Menurut mantan Asisten II Setda KSB ini, AMNT telah melakukan proses pembebasan lahan untuk lokasi pembangunan smelter. Begitu juga hak guna bangunan juga sudah diurus.

‘’Yang jelas dia minta Januari atau awal Februari, kita bertemu membicarakan kelanjutan kawasan industri khususnya smelter,’’ tandasnya.

Dampak pandemi Covid-19 mengubah  seluruh rencana awal pembangunan smelter PT. AMNT di KSB. Berdasarkan informasi yang diterima Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Satu Pintu (DPMPTSP) NTB, setelah memanggil perusahaan tambang tersebut, pada akhir 2020 lalu,  progres pembangunan smelter saat ini baru mencapai 24 persen.

Kepala DPMPTSP NTB, Ir. Mohammad Rum, M.T., mengatakan berdasarkan penjelasan dari Perwakilan PT. Amman Mineral Industri (AMIN), Zulkipli Fajariadi bahwa PT. AMNT atau PT. AMIN melaporkan progres  Smelter PT. Aman Mineral Industri setiap bulan ke Kementerian ESDM dan Pemerintah Provinsi melalui Dinas ESDM NTB.

“Hasil verifikasi PT. Sucofindo pembangunan smelter sudah mencapai 24 persen,” kata Rum.

PT. AMNT sudah mendapatkan perizinan penataan ruang lahan seluas 850 hektare. Di mana, 154 hektare proses pembebasan lahan sudah selesai, 50 hektare land cleaning, sudah siap untuk lokasi pelaksanaan pembangunan smelter.

Sejak Maret 2020,  karena Covid-19, pihak AMNT, kata Rum, telah mengubah seluruh rencana awal. Akibat pandemi Covid-19, beberapa rencana menjadi tertunda.

Misalnya, pekerjaan teknik desain tertunda yang seharusnya final tahun 2020. Akibat pandemi, pekerjaan teknik desain menjadi mundur karena kontraktor rekrutmen penawaran masih lockdown di Amerika dan Eropa.

Persiapan lahan juga mundur karena menghindari kontak langsung. Sehingga ke depannya perusahaan akan kembali mengajukan penawaran kepada kontraktor di bulan Februari dan akan difinalisasi penawaran serta siapa yang bisa ikut tender.

Operasional PT. AMNT di masa Covid-19, tetap berjalan normal sesuai RKAB yang ditetapkan kementerian ESDM. Yang berpengaruh hanya proses tenaga kerja. Di mana,  karyawan sebelum memasuki kawasan tambang, dikarantina 14 hari di hotel yang berada di Kota Mataram. Dari bulan April sampai dengan saat  ini, ada 8 hotel di bawah perjanjian PT. AMNT. (nas)