Pemprov Cari Lahan, Kemendag akan Bangun Hub UMKM Kuliner dan Suvenir MotoGP

H. Fathurrahman (Suara NTB/nas)

Mataram (Suara NTB) – Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan membangun hub UMKM sebagai pusat penjualan kuliner dan suvenir untuk pengunjung MotoGP Mandalika 2021. Semenatara itu, Pemprov masih mencari lahan untuk lokasi pembangunan hub UMKM tersebut.

“Kemarin ketika Sekjen Kemendag dan Dirjen hadir saat launching NTB Mall, diminta lahan untuk membangun pusat kuliner, suvenir dan sebagainya. Butuh lahan yang strategis,” kata Kepala Dinas Perdagangan NTB, Drs. H. Fathurrahman, M.Si., dikonfirmasi di Kantor Gubernur, Rabu, 6 Januari 2021.

Direncanakan, di sepanjang bypass Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) – KEK Mandalika ada rest area yang dibangun sebagai pusat penjualan kuliner dan suvenir MotoGP. Keberadaan Hub UMKM ini untuk menampung UMKM lokal yang tidak bisa tercover di KEK Mandalika.

“Hub UMKM disiapkan secara terintegrasi, bisa seperti rest area. Sehingga pengunjung bisa untuk menikmati kuliner dan belanja produk suvenir sambil nonton dengan live, itu konsepnya,” terang Fathurrahman.

Selain itu, konsep Hub UMKM yang akan dibangun juga akan ditawarkan tempat jualan portabel di ring satu menuju sirkuit MotoGP. Karena pengunjung pasti akan berjalan kaki menuju sirkuit. “Disuguhkan kuliner, suvenir dan lainnya, sepanjang 1 km sebelum sirkuit. Itu disiapkan pusat kuliner dan suvenir,” ucapnya.

Sebagai tindaklanjut atas penandatangan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) anatara Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, S.E., M. Sc dan Gubernur Jawa Barat (Jabar), H. Ridwan Kamil. UMKM-UMKM kreatif NTB akan dikirim magang ke Jabar.

Di sisi yang lain, Pemprov NTB melalui dukungan Kemendag  akan membangun hub UMKM di luar Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika menyambut MotoGP 2021. Hub UMKM ini diharapkan dapat menjadi tempat atau lokasi UMKM-UMKM lokal memasarkan produk kreatifnya pada saat diselenggarakannya event MotoGP.

Sebelumnya, Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Setda NTB, Ir. H. Ridwan Syah, M.M., M.TP., menyebutkan  ada lima sektor yang akan dikerjasamakan dengan Jabar. Yaitu, sektor pariwisata, perindustrian, perdagangan, pendidikan dan penanaman modal.

“MotoGP ini adalah momentum yang akan mengimpelemntasikan semua kesepakatan itu sebagai titik awal. Oleh karenanya, tindaklanjutnya, rombongan besar gubernur Jabar dan kepala OPD sedang membuat action plan yang akan dilanjutkan dengan perjanjian kerja sama. Untuk mendetailkan apa-apa yang disepakati,” kata Ridwan.

Terutama dalam waktu singkat  ini melakukan pelatihan dan magang bagi UMKM-UMKM yang ada di NTB ke Jabar. Ia menjelaskan akan ada tim untuk industri kreatif dari Jawa Barat yang akan melatih UMKM NTB. Kemudian, UMKM-UMKM NTB  akan magang ke Jabar.

Event MotoGP akan berlangsung lama, bukan satu tahun. Sehingga menjadi pasar yang potensial untuk produk-produk UMKM lokal.

UMKM lokal diberikan ruang sebesar-besarnya pada saat event MotoGP. Tidak saja di dalam tetapi juga di luar KEK Mandalika. Sehingga, direncanakan membuat hub UMKM.

“Dinas Perdagangan merencanakan akan membuat hub, semacam rest area atau tempat tertentu di luar KEK Mandalika. Sehingga sebelum mereka (penonton MotoGP) masuk, mereka membeli suvenir, cinderamata, oleh-oleh yang menjadi  kebutuhannya. Begitu juga dia pulang,” katanya. (nas)