Pemprov Anggarkan Rp 998 Juta untuk Renovasi Fasilitas Destinasi

Mataram (Suara NTB) – Saat ini semakin banyak destinasi baru di NTB. Bukan hanya itu saja, destinasi yang sudah lama pun masih perlu pemeliharaan. Sehingga performa destinasi itu bisa terus terjaga. Tahun ini Dinas Pariwisata mendapatkan anggaran pembenahan destinasi sebesar Rp 13.884.271.880. Dari jumlah itu yang akan digunakan untuk pengadaan aset tetap lainnya dan renovasi mencapai Rp 998.500.000. Anggaran itu akan digunakan untuk melakukan pembenahan di beberapa destinasi dan untuk membangun fasilitas di beberapa destinasi wisata baru.

‘’Kita ingin membenahi semua fasilitas destinasi kita. Ini merupakan wajah destinasi kita yang akan dilihat oleh wisatawan. Memang belum semua, kita lakukan secara bertahap. Ini merupakan salah satu upaya kita untuk meningkatkan performa destinasi wisata yang kita punya,” kata Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB H.L.Moh.Faozal,S.Sos.,M.Si, di Mataram.

Iklan

Aset tetap dan aset lainnya yang akan dilakukan renovasi diantaranya penataan Tourism Information Center (TIC) Gili Trawangan, TIC Tete Batu, TIC Pringgasela, Toilet Pringgasela dan  Toilet Nipah. Masing-masing mendapatkan anggaran sebesar Rp 191 juta. Renovasi dan pembenahan ini dimaksudkan untuk menambah kesan nyaman bagi wisatawan yang datang berkunjung.

Masyarakat juga diharapkan dapat turut menjaga destinasi wisata yang sudah ada berikut fasilitas yang telah disediakan. Sebab pemerintah hanya dapat membantu untuk membangun, sementara yang dapat memelihara adalah masyarakat itu sendiri.

Fasilitas lain juga dibangun berupa mushalla dan toilet di beberapa destinasi wisata lainnya. Empat destinasi yang akan dibangunkan mushalla, Senggigi, Gili Sudak, Dusun Ende dan Pantai Pink. Beberapa destinasi ini merupakan destinasi yang banyak dikunjungi wisatawan, baik domestik maupun wisatawan mancanegara.

Fasilitas pendukung yang telah dibangun juga agar dapat dipelihara dengan baik. Terutama fasilitas berupa toilet dan tempat ibadah. Sebab seringkali wisatawan menjumpai tiolet yang tidak bersih dan tempat ibadah yang kotor. Sehingga jika itu dijaga, wisatawan yang datang merasa nyaman dan merasa ingin kembali lagi. (lin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here